Yuk Kenali Metode Keluarga Berencana (KB) Alami Berikut Ini; Metode Laktasi Amenorea (MLA), Tidak Hamil Hanya Dengan ASI.

by - 6:39 PM

Assalamu'alaykum...
Setelah bercerita tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD), kali ini saya ingin bercerita tentang Keluarga Berencana (KB) yang juga berkaitan dengan menyusui.
Sudah pernah saya ceritakan sebelumnya, anak saya lahir melalui jalan caesar. Untuk itu, sangat disarankan untuk menjarakkan minimal 2 tahun dengan kehamilan saya yang berikutnya demi kesehatan atau kepulihan bekas operasi caesar anak pertama saya. Selain itu juga menurut saya, kasihan bayinya nanti kalau kita terlalu cepat memberikan dia adik, dia masih butuh kasih sayang penuh dari kita, dan juga Air Susu Ibu (ASI) yang cukup kalau bisa sampai 2 tahun tanpa bantuan susu formula.
Untuk itu, saya dan suami mencari-cari informasi tentang alat kontrasepsi apa sih yang aman untuk ibu menyusui ASI Ekslusif seperti saya dan alat kontrasepsi yang digunakan tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI. Singkat cerita, belum ada KB yang kira-kira pas di hati. Dan akhirnya kami menunda penggunaan KB tersebut. Tetapi tahukah Ibu, bahwa ternyata ASI Eksklusif itu merupakan KB alami bagi kita, loh. Awalnya saya berkonsultasi dengan kakak sepupu saya yang juga seorang bidan tentang saya yang sampai sekarang belum pernah lagi mengalami menstruasi. Bukannya setelah melahirkan dan nifas seharusnya saya kembali menstruasi? Dibalik kekhawatiran saya, beliau menjelaskan tentang Laktasi Amenorea yaitu terhambatnya kesuburan karena ASI Eksklusif sehingga dapat menjadi KB alami untuk kita. Yah, pastinya pas untuk Ummi yang belum merasa cocok dengan pilihan alat kontrasepsi lainnya.
Disini saya bantu mencarikan bacaan yang lebih detail tentang KB dengan Metode Laktasi Amenorea. Semoga bermanfaat untuk para Ibu dan calon Ibu.. ^^
---
Banyak pasangan suami istri yang takut untuk langsung kembali mengandung sesaat setelah melahirkan. Usia anak yang masih sangat kecil biasanya menjadi alasan pasangan suami istri untuk mengatur kehamilannya, dan hal tersebut
adalah benar, anak yang masih sangat kecil membutuhkan perhatian yang sangat besar dari kedua orang tuanya bahkan hingga mereka melewati fase balita. Karena kekhawatiran tersebut, banyak ibu setelah masa nifas langsung menggunakan berbagai metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.
Biasanya pilihan ibu adalah kontrasepsi suntik, pil KB, implan, atau IUD/AKDR. Walaupun masih menjadi perdebatan tentang pemberiannya, namun pemberian kontrasepsi hormonal, terutama pil KB kombinasi estrogen-progesteron (estrogen paling memiliki pengaruh), dikhawatirkan dapat menekan produksi ASI walaupun tidak mengurangi kualitas ASI itu sendiri, akibatnya ini akan sangat merugikan bagi bayi. Kontrasepsi paling aman untuk ibu menyusui ialah IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), karena tidak mengandung hormon yang mampu mempengaruhi produksi ASI ibu.
Tapi tahukah ibu, dalam masa 6 bulan pertama setelah melahirkan ibu dapat tidak hamil tanpa menggunakan berbagai kontrasepsi tersebut?
Jawabannya adalah ‘dapat’. Kini telah dikenalkan Metode Laktasi Amenore (MLA), yang telah diteliti dapat menghambat kehamilan hingga 98%.
Apa itu MLA (Metode Laktasi
Amenore)?
Anda pernah mendengar mengenai Metoda Laktasi Amenore (MLA)? Jika belum, MLA adalah metode kontrasepsi alamiah di mana ibu-ibu pasca melahirkan dapat tidak hamil tanpa menggunakan KB hormonal, namun cukup hanya dengan memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama pasca persalinan, dengan kata lain ibu hanya memberikan ASI sebagai makanan utama bayi tanpa makanan pendamping lain termasuk air putih. Rangsangan puting susu ibu saat menyusui dapat merangsang otak untuk menghambat proses kesuburan ibu, sehingga kehamilan dapat dicegah.
Syarat dan Kriteria MLA Penggunaan metode ini harus memenuhi tiga kriteria, adapun kriteria tersebut ialah:
1. Memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin sesuai keinginan bayi (feeding on demand ), baik siang maupun malam. Frekuesi pemberian ASI paling sedikit 10-12 kali sehari dalam satu bulan pertama sesudah melahirkan, dan 8-10 kali sehari (termasuk 1 kali pada malam hari) untuk usia bayi di atas satu bulan. Menyusukan bayi sebaiknya tidak melibihi 4 jam antara satu waktu pemberian ke pemberian berikutnya di siang hari, dan pada malam hari waktu pemberian ASI tidak boleh lebih dari 6 jam.
2. Usia bayi kurang dari 6 bulan.
3. Ibu belum mendapat menstruasi. Jika ibu telah menstruasi dalam 6 bulan pertama pasca persalinan, maka sudah pasti metode ini tidak dapat digunakan.
Jika salah satu kriteria tersebut tidak dapat dipenuhi maka penggunaan MLA tidak dianjurkan, dan ibu dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya mengenai metode kontrasepsi lain yang sesuai dan aman bagi ibu.
Bagaimana Pelaksanaan MLA pada
Ibu yang Bekerja di Luar Rumah?
Selama tiga kriteria pemberian MLA masih dapat diterapkan oleh ibu yang bekerja di luar rumah maka cara ini masih dapat digunakan, terutama jika bayi dapat dibawa ke tempat kerja. Pada zaman sekarang telah banyak ditemukan tempat lingkungan kerja yang dilengkapi dengan ruangan khusus untuk ibu menyusui, bahkan membawa bayi ke tempat kerja telah menjadi tren di lingkungan wanita karir yang memiliki
bayi, tentunya dengan bantuan pengasuh bayi. Pada intinya tetap sesuai dengan ketentuan di mana jika ibu tetap ingin menerapkan MLA bayi tidak boleh terpisah lebih dari 4 jam dari ibunya.
ASI perah dalam fungsinya sebagai kontrasepsi agak kurang menguntungkan dan memiliki angka kegagalan kontrasepsi yang lebih tinggi yaitu berkisar 5 dari 100 ibu pekerja yang menggunakan MLA, hal ini dikarenakan hisapan pompa tidak sekuat hisapan bayi, sehingga mengurangi respon neuroendokrin di otak untuk mencegah kesuburan ibu.
Cara Kerja
Cara kerja dari MLA adalah menunda atau menekan terjadinya ovulasi. Pada saat laktasi/menyusui, hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Semakin sering menyusui, maka kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen , sehingga tidak terjadi ovulasi .
Efektifitas
Efektifitas MLA sangat tinggi sekitar 98 persen apabila digunakan secara benar dan memenuhi persyaratan sebagai
berikut: Digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid pasca melahirkan dan menyusui secara eksklusif (tanpa memberikan makanan atau minuman tambahan). Efektifitas dari metode ini juga sangat tergantung pada frekuensi dan intensitas menyusui.
Manfaat
MLA memberikan manfaat kontrasepsi maupun non kontrasepsi .
>Manfaat Kontrasepsi
Manfaat kontrasepsi dari MLA antara lain:
1. Efektifitas tinggi (98 persen) apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan , belum mendapat haid dan menyusui eksklusif.
2. Dapat segera dimulai setelah melahirkan.
3. Tidak memerlukan prosedur khusus, alat maupun obat.
4. Tidak memerlukan pengawasan medis .
5. Tidak mengganggu senggama .
6. Mudah digunakan.
7. Tidak perlu biaya.
8. Tidak menimbulkan efek samping sistemik.
9. Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.
> Manfaat Non Kontrasepsi
Manfaat non kontrasepsi dari MLA antara lain:
*Untuk bayi
1. Mendapatkan kekebalan pasif.
2. Peningkatan gizi .
3. Mengurangi resiko penyakit menular .
4. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi air, susu formula atau alat minum yang dipakai.
*Untuk ibu
1. Mengurangi perdarahan post partum /setelah melahirkan.
2. Membantu proses involusi uteri ( uterus kembali normal ).
3. Mengurangi resiko anemia .
4. Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.
Keterbatasan
Metode Laktasi Amenore (MLA) mempunyai keterbatasan antara lain:
1. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan .
2. Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif.
3. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B ataupun HIV/AIDS .
4. Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak menyusui.
5. Kesulitan dalam mempertahankan pola menyusui secara eksklusif.
Yang Dapat Menggunakan MLA
MLA dapat digunakan oleh wanita yang ingin menghindari kehamilan dan memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Wanita yang menyusui secara eksklusif.
2. Ibu pasca melahirkan dan bayinya berumur kurang dari 6 bulan.
3. Wanita yang belum mendapatkan haid pasca melahirkan.
Wanita yang menggunakan Metode Laktasi Amenore (MLA), harus menyusui dan memperhatikan hal-hal di bawah ini:
1. Dilakukan segera setelah melahirkan.
2. Frekuensi menyusui sering dan tanpa jadwal.
3. Pemberian ASI tanpa botol atau dot.
4. Tidak mengkonsumsi suplemen.
5. Pemberian ASI tetap dilakukan baik ketika ibu dan atau bayi sedang sakit.
Metode Laktasi Amenore (MLA) tidak dapat digunakan oleh:
1. Wanita pasca melahirkan yang sudah mendapat haid.
2. Wanita yang tidak menyusui secara eksklusif.
3. Wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam.
4. Wanita yang harus menggunakan metode kontrasepsi tambahan.
5. Wanita yang menggunakan obat yang mengubah suasana hati.
6. Wanita yang menggunakan obat-obatan jenis ergotamine, anti metabolisme , cyclosporine, bromocriptine, obat radioaktif, lithium atau anti koagulan.
7. Bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan.
8. Bayi yang mempunyai gangguan metabolisme.
Metode Laktasi Amenore (MLA) tidak direkomendasikan pada kondisi ibu yang mempunyai HIV/AIDS positif dan TBC aktif . Namun demikian, MAL boleh digunakan dengan pertimbangan penilaian klinis medis, tingkat keparahan kondisi ibu, ketersediaan dan penerimaan metode kontrasepsi lain.
Semoga bermanfaat.. ^^/
Wassalamu'alaykum...

You May Also Like

0 comments