Tersesat Di Jalan Yang Benar

by - 12:30 PM


Siapa yang masih bingung dengan bakat, passion, atau potensi dirinya? Padahal sudah gede, dewasa, sudah mamak-mamak pula.

Lalu merasa selama ini salah jurusan, bahkan menyalahkan orang tua yang tidak mengizinkan kita memilih jurusan sesuai keinginan kita waktu dulu?

Well, saya merasa salah jurusan dan sempat punya perasaan menyalahkan orang tua (dulu). Psikologi adalah jurusan yang saya inginkan dulu, tapi orang tua tidak mengizinkan karena di Batam belum ada Universitas jurusan Psikologi.

Atas berbagai alasan dan pertimbangan yang orang tua saya sampaikan, akhirnya saya harus merelakan keinginan saya itu terbang. Saya kuliah di Politeknik Negeri Batam jurusan Akuntansi.

Tersesat di jalan yang benar, itu istilah yang tepat menurut saya saat ini. Allah punya rencana yang tidak saya ketahui, tapi pasti itu yang terbaik.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Ya, itulah yang membuat saya tidak lagi menyalahkan orang tua saya dan lebih memilih menjalaninya dengan ikhlas dan bersyukur. Buktinya, saya berhasil menyelesaikan kuliah dengan hasil cumlaude, walaupun...i don't like it.

Meskipun begitu, yang tidak sesuai dengan fitrah pastinya akan memberontak pada waktunya. Di dunia kerjalah semua kepahitan itu sangat terasa.

Tugas yang berhubungan dengan akuntansi dan bekerja di bawah tekanan itu sangat memberatkan. Walaupun bisa, tapi karena tidak suka, ya jadinya males. Akhirnya, saya bekerja hanya untuk menunggu hari-hari yang indah di setiap akhir bulan (gajian).

Ah, Allah memang Maha Baik. Allah letakkan kita di tempat yang tidak kita inginkan (awalnya) karena merasa salah jurusan. Tapi Allah temukan kita dengan orang-orang luar biasa sebagai gantinya, mereka yang membawa kita menjadi orang yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Siapa saja?
Teman-teman, sahabat, dan...SUAMI.

Dari merekalah saya menemukan jati diri yang baik. Berhijab, memakai baju longgar, memakai rok, mengikuti kajian, menjadi pribadi yang sederhana, aktif organisasi, peduli terhadap sesama, ikut kegiatan sosial, dan banyaaaak lagi.

Baca juga: Cerita Hijrah Ukhti

Dari mereka pula saya menemukan salah satu hal yang saya sukai, yaitu menulis. Semenjak blog ini dibuat (2011), sejak itulah saya suka menulis. Walaupun saya sempat vakum dan lama meninggalkan blog ini, tapi saya kembali lagi, saya memilih aktif menulis lagi, bahkan ingin lebih serius lagi.

Yang paling spesial dari cerita ketersesatan saya, saya temukan suami yang luar biasa di kampus itu. Kampus yang awalnya saya tidak inginkan, ternyata di situ letak pijakan masa depan saya dunia akhirat. Masya Allah, Alhamdulillah.

Kesesatan ini ternyata banyak untungnya bagi saya. Saya tidak tahu bagaimana jadinya jika saya memaksa kuliah di luar Batam, mengejar jurusan Psikologi dengan paksaan, dengan modal kekuatan diri yang masih setengah-setengah dan masih mudah terpengaruh, ah...stop mengandai-andai!

Intinya, takdir Allah selalu yang terbaik.

Bersyukur dan berbaik sangka terhadap takdir Allah adalah kunci agar kita bisa menjalani hidup yang baik, meskipun tidak kita senangi pada awalnya. Bukankah Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya?


Semoga bermanfaat, ya.. :)

You May Also Like

6 comments

  1. Rencana Allah indah ya mba❤❤❤
    Allah selalu kasih the best padahal, cuma kadang kitanya suka ga nyadar��

    ReplyDelete
  2. Ada cerita indah dibalik ketersesatan ini yaa Jul
    Alhamdulillah 😍

    ReplyDelete
  3. sihiy.
    tersesat dan di hadiahi suami ya.
    wkwkw

    ReplyDelete
  4. Jadi di lamar di kampus yak? Kayk di acara2 reality show gtu..hwhwhhw

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah ya mba jul, rezeki itu bisa dari banyak pintu termasuk rezeki jodoh

    ReplyDelete
  6. alhamdulillah biasanya orang tersesat kadang bingung.... WOW ternyata kali ini orang tersesat justru beruntung.....

    ReplyDelete