ALIRAN RASA 10 BULAN DI KELAS BUNDA SAYANG INSTITUT IBU PROFESIONAL

by - 4:39 PM


Alhamdulillah, 10 bulan sudah saya melalui kuliah online di Institut Ibu Profesional (IIP) di kelas Bunda Sayang. Itu artinya, 10 materi sudah saya dapatkan beserta tantangannya yang masing-masing minimal 10 tulisan. MasyaAllah. Untuk itu, melalui kesempatan ini saya akan tuangkan segala aliran rasa saya dalam menjalani langkah tiap langkah selama 10 bulan di kelas Bunda Sayang ini.

Sangat terasa, bahwa menuntut ilmu itu memang tidak mudah. Sama halnya ketika kita sekolah atau menjadi mahasiswa dulu, tidak mudah dan penuh tantangan. Kuliahnya para emak-emak atau calon emak di IIP pun demikian halnya, bahkan double tantangannya. Kalaulah dulu kita hanya fokus satu, yaitu kuliah, sekarang tidak. Fokus utama tetap keluarga, setelah itu pekerjaan sehari-hari, baik itu kerjaan domestik atau publik (bagi ibu pekerja), ditambah lagi ada kuliah. Kuliah di IIP layaknya kuliah pada umumnya, ada kelas, ada materi, ada diskusi, ada tugas, nah loh. Hanya saja, kuliahnya dilakukan secara online, jadi waktu belajar dan mengerjakan tugas benar-benar kita sendiri yang kondisikan.

Untuk sampai di titik ini, bagi saya sangat luar biasa. Jujur, saya sempat berfikir untuk mundur. Namun urung, Alhamdulillah. Saya merasa bahwa saya tidak boleh kalah dengan yang namanya malas. Ini yang namanya perjuangan, memutar otak bagaimana agar tugas utama beres dan kuliah pun beres. Berfikir dan mencari tentang apa yang menjadi kendala, apa yang membuat semua ini menjadi terasa berat, lalu saya coba mencari solusi terbaiknya.

Menyerah Bukan Solusi

"Saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.."

Itu adalah kata-kata ajaib bagi saya. Itu adalah kata-kata penyemangat ketika saya mulai berfikir untuk mundur. Ibarat sedang berlayar masa iya saya minta berhenti di tengah laut? Saya tidak boleh berhenti di tengah laut, saya harus turun di dermaga tujuan utama saya. Karena apa? Karena saya tidak bisa berenang. Se-simple itu.

Kalau teman-teman ada membaca tulisan di blog saya beberapa bulan lalu, tulisan saya banyak tentang tugas. Hampir setiap hari blog saya update, itu semua berisi tugas. Silahkan cek di sini. Sebulan minimal 10 tulisan launching di dalam blog ini. Seiring berjalannya waktu dan kesibukan saya yang lainnya, saya mulai merasa berat. 2 kali berturut-turut tugas tidak saya setorkan. Sekali lagi saja saya gagal menyetor tugas secara berturut-turut, saya out dari kelas. Itu artinya, saya melompat dari kapal yang saya naiki, menyerah, dan...tenggelam.

Ternyata menyerah bukanlah solusi, apalagi jika itu sudah lebih dari separuh jalan. Saya coba mencari "duri" yang membuat saya berat, ternyata menulis 10 tulisan yang hampir setiap hari posting di blog itu terasa berat bagi saya. Saat itu, saya baru tahu bahwa ternyata artikel yang baik di blog itu minimal berisi 400-500 kata. Awalnya saya coba menulis tugas 400-500 kata tiap hari, bisa sih, tapi saya "babak belur" jadinya. Belum lagi drama dunia emak dua balita yang tak terduga, anak rewel, bablas ketiduran ketika menyusui, anak sakit, kepala berat, badan linu, bibir pecah-pecah (mulai outside), dan drama-drama lainnya.

Untuk tetap menjaga kestabilan saya yang berperan sebagai "pemain inti" di dalam rumah, agar tetap bahagia, tidak kurang tidur, tidak kecapean dan tetap waras, saya putuskan untuk memindahkan tugas saya dari blog ke google document (gdoc) saja. Oh ya, fyi, tugas kuliah di IIP itu bisa via media sosial (FB, Instagram), blog, dan gdoc. Saya memilih gdoc karena akun media sosial saya privat hukumnya, sedangkan media sosial yang boleh dipakai untuk menyetorkan tugas itu harus publik.

Alhamdulillah, sekarang mulai terasa ringan. Saya bisa menulis tanpa terpatok syarat minimal 400-500 kata per artikel. Sebenarnya blogger tidak sekaku ini juga, ya. Tapi mohon maaf dan tolong dimaklumi, sebagai blogger yang masih belajar, saya butuh waktu untuk memperkaya ilmu lagi tentang blog agar dapat menghasilkan tulisan yang lebih baik untuk dipajang.

Kiat Sukses dan Lulus Menjalani Kelas Bunda Sayang IIP

Untuk para emak-emak pembelajar, lanjutkan perjuangan! InsyaAllah, ilmu di Bunda Sayang IIP sangat amat bermanfaat. Jauhkan pikiran untuk menyerah, tapi carilah solusi yang kira-kira bisa membuat kita terasa lebih mudah. Atur kembali menejemen waktu, anggap ini praktek langsung materi manajemen waktu yang sudah pernah kita dapatkan di kelas Matrikulasi sebelum kita masuk ke kelas Bunda Sayang. Jangan memberatkan diri sendiri, sesuaikan dengan kekuatan diri masing-masing, jangan kebanyakan lihat rumput tetangga yang lebih hijau, fokus membangun rumah ternyaman bagi kita sendiri. Nyaman tidak harus berumput hijau, bukan? Lagi-lagi, cari solusi yang termudah bagi kita, karena tugas itu hanyalah berupa deskripsi, yang terpenting adalah aplikasi sehari-hari.

Masih ada 2 bulan lagi waktu saya, masih ada 2 langkah lagi perjuangan saya. Tulisan ini sebagai aliran rasa sekaligus menasihati diri ini sendiri, bahwa menyerah bukanlah solusi. Selesaikan apa yang sudah kita mulai. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan bagi kita untuk menuntut ilmu dalam keadaan apapun, dan Allah berikan kelancaran bagi usaha kita menaikkan kualitas diri sebagai seorang perempuan dengan beragam peran terbaiknya (sebagai hamba Allah, istri, ibu, anak, dan lainnya) melalui kuliah di Institut Ibu Profesional ini.

Tetap semangat untuk kita semua!

You May Also Like

47 comments

  1. Aaaahhh

    Petjaaaaah neeeh

    Mangaaaat kakaaaaa

    Aku padamuuuu

    Kalau dah sampe level 10, 400-500 kata maah, ganciil yaak. Hihiihii

    Lumayan banyak kata yg bisa disalurkan dari 10.000 kata yaa

    Lop yuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahhh Mbak Ikaaaa... Ai lop yu tuukkk, makasih udh jd bagian penyemangat akuuh!

      Delete
  2. Makasihhhh mba juli, berasa didongengi Naik kapal nih..hehe.. cocok bgt perumpamaannya.. semangat dikit lagi Kita wisuda bareng... Pelukkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak Intan, wisuda bareng lagi yaa kita... Semangat mbaakk.. *peluk

      Delete
  3. Aaaaah.. DJ ku terimakasih untuk tulisan ini. Jadi penyemangat diriku yang baru di tantangan 10 hari pertama udah terbirit-birit serasa dikejar-kejar satpol PP. Hahahaha.. Lebayyyyy..

    "Saya harus menyelesaikan apa yang saya mulai.."

    Baiklah.. Sepakatttt! Aku padamuuuu dekkuuuu.. 😍😍😍

    ReplyDelete
  4. Dari kapan pengen ikutan IIP ini belum terealisasi. kok kayaknya kece banget gitu tantangannya. Apalagi baca tulisan ini. Wuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuu ikutan mbak, cari IP di kotanya mbak :)

      Delete
    2. Ayuk Neng Novi. Udah ada lho Ibu Profesional Lampung. Klo ada bukaan kelas matrikulasi, lgs daftar yaaak. Kelas2nya kece2 banget.

      Delete
  5. Baca tulisannya jadi kaya disemangati nih
    Aku baru tau ttg bunda sayang ini mbak. Jadi tertarik ikutan

    ReplyDelete
  6. Tetap semangat ya mba untuk memberikan yang terbaik. Memang pengaturan waktu alias manajemen waktu tuh harus dilakukan dengan baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mksh supportnya, mbak :)
      Iya, wajib mbak.

      Delete
  7. Semangat ya mbaaa... Insya Allah ilmunya manfaat tidak hanya bagi mbak sekelg, namun juga bagi orang lain yg membaca tulisan2 mba ttg berbagai materi ini..

    ReplyDelete
  8. Yang namanya tugas, gak akan berat kalo kita kerjanya dari hati.
    Tetap semangatnya sayang!

    ReplyDelete
  9. Wah kebayang deh sekolahnya hrs all out ya krn langsung praktik di kehidupan

    ReplyDelete
  10. Keren banget mbaa, masih meluangkan waktu untuk belajar lagi.

    Saya jadi penasaran sama IIP. Mau coba cari info aah..

    ReplyDelete
  11. IIP ini memang ga ada matinya yah mba. Keren-keren programnya, dan anggotanya juga bener-bener kelihatan hasilnya, keren nih para emak ikutan IIP.

    ReplyDelete
  12. Selalu semangat ya, Mbak. Semoga bisa terus menaklukkan tantangan. Aamiin :)

    ReplyDelete
  13. hahaha, i feel you mba jul.. hihi karena ini semua yang membuat saya tinggal kelas, strateginya lama dibikin hihi, pas mau pindah strategi ke sosmed aku sudah tinggal kelas hihi.. semangattt kakak.... doain akuu yahh yang start lagi dari awal...

    ReplyDelete
  14. eh kita di batch yang sama ya. Sesungguhnya aku ingin bunsay segera berakhir. Udah 10 bulan euy! etapi kalau ga ditantang bunsay, jarang main sama anak. hahahah

    ReplyDelete
  15. tantangannya yang masing-masing minimal 10 tulisan.wah, bikin tambah kreatif ya, mba

    ReplyDelete
  16. Aamiin mba. Aku juga merasa ternasehati nih untuk nggak menyerah, kqrena menjadi ibu adalah perjalanan belajar seumur hidup yaa

    ReplyDelete
  17. Sering baca tulisan ibu2 yg udah pada gabung IIP. Pingin ikutan euy. Pingin upgrade diri

    ReplyDelete
  18. mamak2 keren , mbak Juli semangat selaluu, biar saya juga bisa belajar dari mbak hehe

    ReplyDelete
  19. Setrong ya mamak. Perjalanannya dikit lagi kok. Garis finishnya dah hampir keliatan. Kiss

    ReplyDelete
  20. Jadi sebulan setoran 10 blogpost ya mba, mau donk join biar semangat nulis nya hehehe

    ReplyDelete
  21. Saya suka yg ini..
    ##############$###############
    jangan kebanyakan lihat rumput tetangga yang lebih hijau, fokus membangun rumah ternyaman bagi kita sendiri. Nyaman tidak harus berumput hijau, bukan? Lagi-lagi, cari solusi yang termudah bagi kita, karena tugas itu hanyalah berupa deskripsi, yang terpenting adalah aplikasi sehari-hari.

    ReplyDelete
  22. Semoga tetap semangat....terus memotivasi diri untuk terus berbagi hal positif

    ReplyDelete
  23. Semangat terus Mbak, saya mungkin belum dapat menulis stabil dan konsisten juga. Alasannya lagi lagi, pekerjaan rumah, anak dan kegiatan anak di luar rumah, kalaupun senggang saya pakai untuk beristirahat.

    ReplyDelete
  24. Semangat ya mba, nambah ilmu memang banyak kendalanya. Tapi kalo bisa mengatasi tentu akan berbuah manis. Keren deh bisa lanjut hingga tuntas

    ReplyDelete
  25. Waahh... mba'e kuliah online di Institut Ibu Profesional (IIP)? Bunda Sayang? Wuiihh kece, aku baru dengar mba. Semangat ya dan terus berbagi cerita ttg kuliah onlinex ya

    ReplyDelete
  26. Pingin banget gabung IIP tapi baca curhatnya member IIP kok jiper duluan hahaa.. memang harus punya kemauan menantang diri sendiri yaa mak :)

    ReplyDelete
  27. Wah, temen2ku juga banayk nih yang ikut kelas IIP. Malah ada yang jadi fasilitatornya juga. Aku kok ga berani a ikutan kelasnya? Takut nggak bisa ngerjain PRnya :D

    ReplyDelete
  28. Gimana sih mbak caranya ikut kelas IIP? Sering denger tapi kok ya bingung cara daftarnya dll :D
    Bbrp tmn kyknya ikutan jg. Apakah berbayar atau bgmn? Thx

    ReplyDelete
  29. Semangat Jul. Dirimu keren. Tetap produktif dengan dua bocah yang lagi butuh-butuhnya perhatian.

    ReplyDelete
  30. kalau kata orang bijik pilihan hidup cuma dua berjuang sampai berhasil atau menyerahkan diri pada kegagalan

    ReplyDelete
  31. Alhamdulillah akhirnya ya Mba. Belajar dan terus untuk bisa menjadi yang menginspirasi. Selamat ya Ba. Aku jadi kepengen gabung juga. Seru kayaknya. Tapi ak belum punya anal bisakah?

    ReplyDelete
  32. Aamiin....
    Selamat yaa, mba...sudah lulus kelas Bunda Sayang.
    Samaa...
    Saya pun sedang menanti kelas Bunda Cekatan dimulai, namun hingga kini belum.

    Fyuuh~
    Bersiap untuk naik ke tantangan yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  33. Wow luar biasa sekali sist satu ini, sukses selalu ya dan semangat untuk terus belajar

    ReplyDelete
  34. Wuidih keren.. Juli ibu yang luar biasa.. udah jd ibu2 pun tetap ga brenti belajar. salut!!!

    ReplyDelete
  35. Semangat mbak. Jadi ibu pun harus tetap profesional ya mbak

    ReplyDelete
  36. Sering baca tentang kelas Ibu Profesional..cara joinnya bagaimana ya mbak? Tertarik untuk ikut juga untuk menchallenge diri sendiri.

    ReplyDelete
  37. Semangat terus ya mbaaa... Konsistensi menulis di blog memang butuh dijaga. Saya nih masih naik turun ritme ngeblognya :(

    ReplyDelete