Manfaat Bermain Lego Bagi Anak

by - 11:56 AM


Manfaat bermain lego bagi anak. Aal (4y6m) lagi suka-sukanya sama lego kecil. Sebenarnya sudah dari usia kurang 2 tahun dia kenal sama lego, awalnya dia pakai lego block yang besar-besar itu. Nah, 6 bulan yang lalu, saat usianya pas 4 tahun dia mulai kami izinkan untuk memiliki dan memainkan lego kecil yang memang dikenal lebih rumit.

Lego/blocks karya Aal usia hampir kira-kira 2,5 tahun.

Diingat-ingat, ternyata dia sudah punya lego kecil mobil tank saat masih berusia 2 tahunan lebih, kado dari oomnya. Karena saat itu dia belum minat, mainnya asal-asalan dan super berserakan sampai lego-legonya pada hilang. Akhirnya lego itu saya simpan. Dari pada berserak dan pada hilang...sayang, kan?

Di usianya yang sudah 4 tahun, kreatifitas dan imajinasinya semakin berkembang. Bermodal lego kecil simpanan dulu yang dibuka kembali, dia bisa berkreasi. Berbagai macam bentuk dia tunjukkan kepada saya maupun abinya. Dalam hati saya, MasyaAllah, Aal mempunyai kreatifitas yang luar biasa! Dengan lego kecil seadanya dia bisa menciptakan bermacam-macam mainan, mobil, bus, UFO, dan lain-lain.

Pertama kali Aal berkreasi dengan lego mobil yang selama ini disimpan.

Saat mengerjakan lego, matanya berbinar, banyak moment "wow" yang saya temukan saat menemaninya menyusun lego. Sampailah pada akhirnya dia merasa kurang puas dan meminta untuk menambah koleksi legonya. Okey! Saya dan abinya setuju karena melihat anaknya yang memang super excited dengan lego kecil.

Sebenarnya ada terbesit perasaan ragu, apakah kami terlalu dini mengenalkannya lego kecil? Secara, di kotak legonya tertera 6+ alias untuk anak usia 6 tahun ke atas. Tapi sungguh, ini anaknya yang kekeuh banget mau lego kecil. Ya, jadilah kami coba beli lego kecil dengan porsi yang kecil juga untuk coba-coba. Ada tuh, lego kecil yang isinya hanya 16pcs belinya di Al***art.

Ternyata, MasyaAllah dia bisa! Di dalam box lego kecil itu ada selembar kertas petunjuk atau tutorial merakit legonya agar terbentuk sesuai dengan gambar (lego mobilan, kalau tidak salah).  Tidak butuh waktu banyak untuk menyelesaikan lego kecil itu. Yes, dia bisa merakit 16pcs lego menjadi sebuah mobil dengan mengikuti tutorial yang ada di kertas petunjuk.

Semakin penasaran, dia minta beli lego lagi. Saya motivasi dia untuk menabung dan sabar menunggu tabungannya cukup untuk membeli lego. Beberapa waktu berlalu, tabungannya cukup. Dia membeli lego yang lebih menantang dari pada yang sebelumnya, 24pcs. Lego yang kedua ini lego salah satu karakter kartun Paw Patrol. Sama seperti sebelumnya, Aal bisa merakitnya dan hanya membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 15 menit saja.

Lagi serius..

Ini berlanjut, ia menabung dan membeli lego semakin banyak. Ada lego helikopter 32pcs, lego mobil buldozer 64pcs, lego mobil slender 84pcs dan terakhir dia beli lego set motor ATV + gunung merapi + 4 orang petugas berisi 107pcs. Di antara semua itu, yang membuat dia merasa kesulitan dan butuh bantuan itu lego mobil slender, butuh waktu 1 jam, istirahat 2 jam, dan mengerjakannya kembali sampai akhirnya dia berhasil. MasyaAllah!

Bukan Aal namanya kalau selesai sampai di situ saja. Setelah dia berhasil merakit, biasanya dia hanya minta hasil rakitannya difoto. Setelah itu dia bongkar dan dikreasikan lagi dengan lego-lego yang sudah ada. Misalnya, membuat lago dump truck dari semua lego yang ia punya, membuat helikopter yang lebih canggih, dan lain sebagainya. Uminya mah, tukang foto bae. Karena setiap habis berkarya, dia pasti minta hasil kreasinya difoto dan dikirim ke Abinya.

Fire truck masa depan ala Aal.

Seru! Bermain lego adalah aktifitas favoritnya selain menulis, menggambar dan membaca. Tak jarang juga dia minta saya untuk merekam saat dia merakit lego. Tontonan favoritnya di Youtube saat ini tentang "Lego City", entah lego city fire brigade, lego city construction, dan lain sebagainya. Ini cara dia mendapatkan inspirasi untuk merakit legonya agar menjadi sesuatu yang baru. MasyaAllah, luar biasaaaa!

Video Aal di youtube saat merakit helikopter kreasinya sendiri:



Seperti yang kita ketahui, merakit lego ini rumit, apalagi jika dikerjakan oleh seorang anak balita. Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum anak mulai bermain lego untuk menghindari anak frustasi, tantrum, putus asa dan semacamnya karena kerumitan lego. Pernah juga, lho, Aal kesal dan sedih karena dia belum berhasil merakit lego mobil slendernya. Tapi syukur Alhamdulillah, dia tidak patah semangat, berusaha lagi dan berhasil.

Girangnya dia berhasil merakit lego buldozer selama kurang levih 15 menit.

Nah, apa saja yang harus diperhatikan sebelum membiarkan anak bermain lego?

1. Usia anak

Di kemasan mainan apapun, biasanya tercantum kategori usia yang cocok menggunakan mainan tersebut. Tapi bukan berarti, usia anak dibawahnya dilarang untuk menggunakannya. Kita yang tahu, kita yang lebih kenal dengan anak kita sendiri, siapkah dia, mampukah dia, seberapa inginnya dia untuk mencoba. Hal itu juga menjadi pertimbangan menurut saya. Jika menurut saya dia memang siap untuk mencoba, tidak ada salahnya untuk dicoba.

2. Tingkat kesulitan yang bertahap

Seperti yang saya ceritakan di atas, Aal mengenal lego mulai dari lego blocks yang besar dan warna-warni, mulai mencicip lego kecil seadanya dengan bermodal kreatifitas yang dia punya sendiri, mulai coba-coba merakit lego dengan porsi kecil, lalu meningkat dan meningkat lagi. Saat memutuskan untuk meningkatkan porsi legonya, pastikan dulu kalau anaknya siap dan bisa. Bagaimana cara mengetahuinya? Ya, dia bisa merakit lego sebelumnya dengan lancar bahkan bisa mengkreasikannya menjadi sesuatu yang beda. Jangan lupa tanyakan anaknya, "mau yang berapa pcs?". Kalau Aal selalu minta lego dengan porsi yang lebih besar dari pada lego sebelumnya. Iya, makin besar legonya, makin besar juga nominal harganya. Hehehe.

3. Selalu dampingi

Orang tua harus tetap standby di sampingnya. Lihat step by step yang dia kerjakan, jika dia kesulitan, kita siap membantu. Jika ada kekeliruan, kita siap membimbing. Jangan biarkan dia merakit sendiri, bingung sendiri, pusing sendiri. Kalau saya, saya selalu menyisipkan candaan, atau sekedar menawarkan minuman, cemilan, atau apapun agar ia tetap rileks, tetap bisa tersenyum dan tertawa. Biar nggak serius dan berkerut banget, gitu. Hehehe.

Ketiga hal di atas yang harus diperhatikan sebelum anak bermain lego. Khususnya untuk lego kecil, ya. Kalau lego besar atau blocks dan sejenisnya mungkin tidak serumit lego kecil, jadi menurut saya bebas-bebas saja, asalkan tetap dampingi dan jangan lupa beri apresiasi ketika anak berhasil menciptakan sebuah karya. Sekali lagi, ini menurut saya, ini yang saya terapkan ke Aal maupun Maryam (1y9m) yang saat ini sudah mulai akrab dengan lego besar/blocks.

Aal & Team.
Hhhmm, setelah panjang lebar cerita dan membahas tentang lego. Memangnya apa, sih, manfaatnya bermain lego bagi anak? Setelah saya baca-baca, ternyata banyak manfaatnya bermain lego bagi anak, lho. Apa saja?

1. Media pembelajaran warna, bentuk dan hitungan (stimulasi matematika logis)

Baca juga: Stimulasi matematika logis pada anak.
Kenalkan anak dengan lego yang besar/blocks terlebih dahulu. Lego besar/blocks biasanya berwarna-warni, kita bisa mengenalkan anak warna sambil menyusun lego. Mengenal bentuk persegi, persegi panjang, mengenal yang kecil dan yang besar, belajar menyusun yang rendah dan yang tinggi.

2. Mengasah kreatifitas dan imajinasi

"Umi, lihat, ini helikopter!", semangat sekali dia ketika berhasil menyusun lego sesuai dengan imajinasinya. Tentu saja ini membutuhkan kreatifitas agar lego-lego ini bisa terbentuk menyerupai bentuk yang diingini. Jagan lupa diapresiasi. Karena dengan mengapresiasi, anak akan terpacu dan semakin semangat untuk berkarya lagi.

3. Melatih motorik halus

Gerakan menyusun lego, melepas, memasangnya kembali, ini membutuhkan koordinasi yang baik antara tangan dan mata. Motorik halus ini sangat berguna untuk menstimulasi kemapuan menulisnya nanti.

4. Belajar memecahkan masalah

Lego sebanyak 107pcs yang harus dirakit menjadi sebuah motor ATV, sebuah gunung, dan juga 4 orang petugasnya. Dengan melihat kertas petunjuk, ia berfikir dan memainkan logikanya, menyelesaikan setiap step by step agar mencapai tujuannya. Tentu saja anak akan mengalami proses trial and error, di sinilah ia dilatih agar bisa mencari solusi, tidak menyerah, terus mencoba dan berusaha. Orang tua yang mendampingi sangat berperan penting untuk menyemangati anak.

5. Meningkatkan kemampuan sosialisasi dan kerja sama

Kalau anak sudah berusia 5 tahun ke atas, bermain lego bisa jadi semakin seru. Lego yang semakin banyak itu bisa diselesaikan bersama dengan teman-teman dengan berbagi tugas. Misalnya, si A membuat mobil buldozernya dan si B membuat mobil slendernya, dan akhirnya mereka bisa bermain mobil konstruksi bersama-sama. Di sinilah anak belajar meningkatkan social skill-nya, berinteraksi, komunikasi, menjalin kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.


Itulah 5 manfaat bermain lego bagi anak. Saya salah satu orang tua yang sangat merekomendasikan lego sebagai mainan anak-anak yang bermanfaat. Ya, konsekuensinya mungkin rumah akan berserakan lego, kalau sudah berserak pastinya pernah keinjak lego kecil dan rasanya "adaww..". Hehhe,

Tapi tidak apa-apa, lebih baik berserakan tapi mereka aktif dan kreatif dari pada rapi tapi mereka hanya sibuk dengan gadget saja. Namun perlu diingat, tidak semua anak setipe dengan Aal yang bisa betah duduk lama merakit lego. Tiap anak berbeda, tiap anak mempunyai passion yang berbeda.

Cukup ikuti minat mereka, fasilitasi minat itu semaksimal mungkin. Itu saja. Seperti itu pula yang saya lakukan pada Aal.

Karena tiap anak lahir membawa keunikan masing-masing. Tidak bisa dibeda-bedakan kepandaiannya, karena sajatinya setiap anak itu HEBAT dengan anugerah yang masing-masing sudah ada pada dirinya

"Stop melihat rumput tetangga yang lebih hijau, coba lihat lagi taman rumahmu ternyata lebih indah penuh dengan warna warni bunga."
-www.ceritaumi.com-

Semoga tulisan ini bermanfaat! Oh ya, kalau ada informasi komunitas lego untuk anak-anak atau yang bisa menerima anak-anak seusia Aal di Batam, komen di bawah, ya.

Terima kasih. :)

You May Also Like

32 comments

  1. Keren euy...makin tinggi kreativitas ananda ya mba.. Nah, memang ada nilai2 positif dari permainan edukatif ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah baca kalau anak2 bermain lego, maka akan meningkatkan intelektualnya

      Delete
  2. Setujuu, setiap anak punya keunikan sendiri. Kalo anakku di runah dicekokin rubik sama bapaknya haha

    ReplyDelete
  3. Aku paling sebel kalo main lego sama ponakan Um, karena kalah melulu wkwkwk dia cerdas banget main ginian. Masak iya aku lebih tumpul hahahha

    ReplyDelete
  4. Anak-anak senang ya mengkoleksi lego, apapun dibentuk dan dikreatifitaskan ya Mbak, karena bermain lego ini selain mengasyikan juga melatih konsentrasi dan daya imaginasi, apalagi kalau lego yang belum ada bentuknya. Faiz dan Fira juga suka sekali main lego, mulai lego yang berukuran besar sampai yang kecil-kecil

    ReplyDelete
  5. Masya Allah, Aal hampir sama dengan putriku, Yasmin yang candu lego terutama saat balita.
    Langsung terbayang ekspresi Yasmin saat berhasil merakit lego.
    Kurang lebih sama dengan yang mba tuliskan di atas.

    Insya Allah Aal jadi anak cerdas dan soleh.
    Ikuti dan dampingi terus Aal, ya mba.

    Setuju banget sama ini:

    "... karena tiap anak lahir membawa keunikan masing-masing. Tidak bisa dibeda-bedakan kepandaiannya, karena sejatinya setiap anak itu HEBAT dengan anugerah yang masing-masing sudah ada pada dirinya!"

    Kita sebagai blogger harus membantu mensosialisasikan fakta ini.

    ReplyDelete
  6. wah asama kaya anakku nih mbak suka main lego. AKu kumpulin darimereka kecil skr masih suka dipakai kalau lagi bosen mainan lain

    ReplyDelete
  7. Anak-anakku cewek sampai sekarang masih Lego besar.hehe. ada sih yang kecil hadiah dari makanan apa gitu.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Sama persis Anakku, senengnya utak atik Lego. Kalo lagi bosan main yang kecil, ganti yang besar, bosan yg besar ganti lagi yang kecil, terus aja tiap hari begitu.. Akhirnya aku sediakan meja besar untuk mereka main Lego supaya nggak perlu repot membereskan setiap hari.

    ReplyDelete
  10. Permainan lego ini memang sangat bisa melatih berpikir cepat. Dulu, ketika cucu masih usia balita, bunda selalu balapan menyusun lego ini dalam bentuk apa pun dan hasilnya, selalu kalah sama si cucu.

    ReplyDelete
  11. Aal hebaaat.
    Faraz juga suka main lego, tapi masih lego besar.
    belum pernah coba beli yang lego kecil. yang lego besar aja buatnya masih sesuka hatinya :D

    ReplyDelete
  12. Anakku dua-duanya seneng banget main lego, mainnya sih lego abal-abal hehehe lego asli mahal, sayang,masih suka hilang-hilang oalnya, tapi pernah diajak ke toko lego dan betah banget di sana karena disediakan lego untuk dimainkan

    ReplyDelete
  13. lego aku suka liatnya, tapi ga suka beresinnya, mana partnya kecil-kecil banget duh mmata bisa nambah minus. Anakku juga sebenernya suka. tapi kalau udah jadi ama dia dipretelin lagi

    ReplyDelete
  14. Anakku tuh suka banget main lego, mba. Bahkan pas hadiah puasa kemarin, dia minta lego. Mnurutku lego ini bisa asah daya kreatifitas anak

    ReplyDelete
  15. Kepengen punya anak, tapi belum punya istri :D wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Awalnya saya agak keberatan memberi lego untuk anak tapi... Pass tau banyak manfaatnya dan ank menjadi kretif baru deh ngga segan kasih anak lego

    ReplyDelete
  17. Lego ternyata banyak sekali macamnya. Kukira hanya yg kotak2 aja. Ponakanku belum ada yg mainan lego

    ReplyDelete
  18. Anak-anakku juga hobi bangeeet Mba main lego. They love it because they can be as creative as they can be

    ReplyDelete
  19. Baru tahu nih klo lego tuh ternyata banyak banget manfaatnya. Salah duanya adalah melatih kreatifitas anak dan imajinasi.

    ReplyDelete
  20. Aku dulu suka banget lihatin anak-anak main Lego. Karena aku nggak telaten, sementara tangan mungil mereka justru lihai bongkar pasang lego. Aal pasti penasaran kalo gak langsung jadi ya, makanya serius pasang lego, hahaaa

    ReplyDelete
  21. Iya kalau masih umur 2 tahun masih dibuang-buang emaknya galau kalau udah dibuang-buang gitu wah aal Keren ya udah bisa macam-macam Lego

    ReplyDelete
  22. Khalid masih lebih tertarik dengan alat transportasi.
    Sesekali main lego. Tapi tidak lama.
    Btw ternyata manfaatnya keren juga yaa.
    Makasi sharingnya :)

    ReplyDelete
  23. Saya jarang beliin lego ketika anak-anak saya masih kecil. Mereka kurang suka juga main lego. Tapi, buat yang suka, permainan ini memang banyak manfaatnya

    ReplyDelete
  24. Anakku juga sukaaaa banget main lego. Padahal kan kecil2 gitu ya dan kadang ada yg keinjek. Cuman emak2 yg tahu rasanya melewati ranjau lego yg bercerai berai

    ReplyDelete
  25. wahh aal jadi rinduuuuuu euyyy,

    hebat Aal, Masyaa Allah, memang lego jadi banyak dan kaya manfaat yah, tapi entah kalau beli lego kesannya saya antara maju mundur keluarin dompet.. hehehe

    ReplyDelete
  26. Melatih kesabaran juga nih mba klo anak mainan lego. Dalam mengikuti tahap demi tahap menyusun lego, harus sesuai dengan petunjuk.

    ReplyDelete
  27. Haturnuhun, mba...
    Ini jadi penguat para Ibu yang hobinya melihat rumput tetangga...
    Hhaha...

    ReplyDelete
  28. anakku juga suka bermain lego. Kalo udah bermain, dia fokus banget dan gak mau diganggu, mamanya jadi kesal karena dicuekin, hehehe. Ternyata banyak manfaat bermain lego ini yaa :)

    ReplyDelete
  29. Keren ya. Lego kecil gitu tapi bisa lo ngerjainnya. Jadi keinget, terkadang, kita sebagai orang tua emang seakan nggak percaya ya kalau anak kita itu sebetulnya bisa melakukan lebih dari yang kita duga.

    ReplyDelete
  30. Anakku juga termasuk anak yang suka main lego, Mbak. Tapi sayangnya ortunya kurang bisa memfasilitasi. Hiks. Alhasil koleksi legonya ya itu-itu aja ��

    ReplyDelete
  31. ponakanku juga suka banget main LEGO mbak..kadang aku suka merhatiin betapa besar imaginasinya membentuk lego menjadi ultraman.. hehe

    ReplyDelete