Matematika Untuk Balita

by - 3:35 PM


Baca, tulis dan menghitung sudah menjadi mata pelajaran anak-anak usia dini jaman now. Seperti buku-buku PAUD/Playgroup di beberapa toko buku yang pernah saya lihat, materinya lumayan loh untuk anak-anak usia 3-4 tahun. Aal punya beberapa buku seperti itu pemberian dari tante dan kakeknya, baru-baru ini juga dikasih buku-buku PAUD dari seorang teman yang anaknya sudah naik kelas, Alhamdulillah semoga mengalir pahala kebaikan untuk semua yang mau berbagi sumber ilmu kepada Aal. Dengan adanya buku PAUD di rumah, itu menjadi salah satu pancingan keingintahuan Aal terhadap baca, tulis, dan menghitung.

Menurut saya, mengajari anak dengan cara menjejalkan materi kepadanya (outside in) itu kurang tepat. Lebih baik kita menumbuhkan atau membangkitkan rasa ingin tahunya sendiri (inside out), seperti itu pula yang saya lakukan terhadap Aal. Apalagi urusan menghitung/matematika, rasanya kok berat gitu ya. Terlebih kalau anaknya lagi tidak mood belajar atau membahas itu, kasihan kalau dipaksa untuk mereka menerima materi. Tapi Aal sudah tahu angka dan huruf (alfabeth dan hijaiyyah) dari lagu yang kami download dari Youtube dan ditayangkan di TV sambil kami bernyanyi dan bermain bersama. Bernyanyi dan bermain bersama loh ya, bukan dikasih nonton TV lalu kita cuekin dan sibuk sendiri.

Untuk materi matematika, saya selalu membuat cerita sehari-hari untuk mengenalkannya. "Eh kita kan ada 4 orang. Umi, Abi, Aal dan Maryam. Dikurangi 1 orang yang lagi kerja, Abi yang lagi kerja. Jadi yang di rumah ada 3 orang deh, 1..2..3..", atau "Eh mobil Aal bagus ya, ada 1..2..3..4.. Ada 4 ya.. Trus pergi satu, tinggal berapa deh yang tinggal? 1..2..3.. Ada 3 mobil yang ga ikut pergi..", dan lain sebagainya yang semuanya berbentuk cerita. Walaupun pertanyaan berikutnya, "Kenapa Abi kerja?", "Kenapa mobil-mobil ini ga pergi?", "Emang mobil itu pergi kemana?", yaa saya jawab disusul pertanyaan beruntun lainnya dan cerita pun berlanjut panjang. Akhirnya, sekarang dia yang suka bikin cerita seperti itu, bahkan malah kasih soal ke saya yang harus saya jawab. Masyaallah.



Kadang kesehariannya Aal itu hanya sibuk dengan buku PAUD. Kalau sedang tertarik berhitung, bahkan bisa beberapa lama duduk sibuk menghitung atau mengajak saya untuk membahas bersama materi yang ada di bukunya. Apalagi bukunya sangat menarik mata anak-anak ya, secara tidak langsung menarik perhatiannya untuk ingin tahu. "Umi ini apa bacanya? Gimana maksudnya ini?", dan banyak lagi pertanyaannya. MasyaAllah.

Untuk urusan hitung menghitung, pastikan anaknya siap. Tidak perlu dijejalkan, cukup berikan media yang menarik seperti buku atau video, ajak bermain dan bernyanyi bersama. Tumbuhkan rasa keingintahuannya bisa dengan bercerita. Pastinya, tiap anak berbeda respon kapan ia siap dan mau menerima materi tersebut. Kita orang tuanyalah yang paling mengerti dan memahami anak kita.

Saya menulis ini juga sebagai pengingat diri, belajar dan tumbuh bersama mereka dengan membersamainya.

Semoga bermanfaat yaa.. 😊

You May Also Like

0 comments