Mengenali Gaya Belajar Anak Sejak Bayi

by - 1:56 PM


Masyaallah tabarakallah.. Saat mendapatkan materi ke 4 Kelas Bunda Sayang IIP tentang Gaya Belajar Anak (Baca review materi 4 disini..), saya menjadi semakin yakin bahwa gaya belajar Aal cenderung melalui pendengaran (auditory). Mengapa? Karena jika saya ingat kembali masa ia bayi, Aal sangat cepat menangkap kata-kata atau instruksi yang ia dengar. Karenanya, ketika Aal berusia 1 tahun saya sangat menekankan ke orang-orang sekitar, khususnya keluarga besar untuk berhati-hati dalam berbicara. Alhamdulillah, Aal tergolong cepat berbicara. Sebelum usia 1 tahun ia sudah bisa menyebut namanya dan beberapa kata. Ya, ia sangat mudah meniru apa yang ia dengar.

CIRI-CIRI ANAK AUDITORY


Saya flashback kembali ke masa disaat Aal masih bayi, dan hasilnya membuat saya semakin yakin dengan gaya belajarnya yang auditory. Ciri-cirinya antara lain:

1. Suka diajak bicara

Yang saya nilai dari Aal, sejak bayi ia sangat suka bila diajak bicara. Dia merespon dan mendengarkan dengan baik ketika kita berbicara memandang matanya. Ia juga merespon dan dengan mudah meniru suara atau kata-kata yang ia dengar. Misalnya, "Sayang, ini mata..", sambil menunjuk matanya. Lalu ia memperhatikan dengan baik, lalu meniru, "Mata..". Selain itu, dia juga sering meminta saya untuk membacakan sebuah tulisan atau buku. Kebiasaan ini terus berlangsung hingga saat ini.

2. Kritis

Sejak bayi dan bisa bicara, Aal sangat banyak bertanya dan bertanya lagi. Rasanya satu jawaban itu belum cukup baginya, "ini apa?, "kenapa?", "kok bisa?", bahkan kadang menyangkal, "loh, seharusnya kan.....". Ya, dia anak yang kritis, suka bertanya dan berdiskusi.

3. Mengingat apa yang ia dengar

Nah, karena sejak bayi ia mudah mengingat apa yang ia dengar, saya wanti-wanti banget untuk menyaring kata-kata jika bicara padanya. Aal anti banget mendengar bujukan-bujukan gombal, bohong, atau cerita-cerita palsu yang biasa dikatakan pada anak-anak. Misalnya, "Makan yuk, nanti nasinya nangis loh..", "Gemes deh, nanti kalau ketemu oom bikan mainan yang baanyaak ya!", dan banyak lagi. Nasi nangis, itu akan menjadi bahan diskusi panjang: emang bisa? kenapa nasi bisa nangis? emang dia punya mata? dll. Gombalan mainan yang banyak, dia akan menagih! Dia mengingat itu bahkan berbulan-bulan kemudian pun ia ingat. "Katanya oom itu mau beliin mainan banyak, loh..", katanya setelah beberapa bulan. Jadi, semua keluarga besar dan sahabat pasti sudah tau kalau bicara dengan Aal harus real, no hoax..hehehe.

4. Belajar melalui video/musik

Aal suka menonton, tontonannya sudah saya saring tentunya. Banyak hal yang ia pelajari dengan menonton. Tapi apakah ia menonton dan diam? Tidak sama sekali. Dia menonton tapi banyak bertanya dan bicara. Ketika bayi, dia menunjuk ke arah TV/gadget, meminta saya untuk menjelaskan apa yang ada di TV/gadget. Sampai saat ini pun sama, ia bertanya apa yang ia lihat dari apa yang ia tonton. "Apa itu", "Itu abangnya ngapain?", "Loh kok gitu ya?", dan banyak lagi sampai beranak-pinak pertanyaannya.

5. Suka bercerita dan mendengar cerita

Dia suka bercerita, sambil bermain lego, menulis, bermain gadget pun ia bercerita. Aal memang anak yang harus sering didampingi saat bermain, karena dengan didampingi ia belajar banyak dengan bertanya dan berdiskusi. "Umi, Aal mau Umi ceritain..", kata-kata ini sering ia ucapkan sebelum tidur. Ketika saya bercerita, ia mendengar dengan baik, bahkan kadang ia ulang kembali dengan berbisik pada dirinya sendiri. Itulah mengapa, "omelan sebelum tidur" sangat ampuh untuk Aal.

6. Menghafal dengan mendengar

Awalnya saya tidak pernah sengaja membuat Aal hafal dengan surat pendek Al-Qur'an. Saya hanya menidurkan dia dengan membacakan surat Al-Fatihah dan 3 Qul, tapi beberapa kali saja ia mendengar dan dia akhirnya hafal. Dia juga mengikuti dan membisikkan apa yang ia dengar ketika saya memperdengarkan do'a atau lantunan Al-Qur'an. Dan lagi-lagi, sangat berhati-hati jika menyanyikan atau memutar lagu dewasa di depannya, karena dia akan dengan mudah menghafalnya, hehehe.

Itulah beberapa flashback pengamatan saya terhadap gaya belajar Aal. Tentunya gaya belajar tiap anak berbeda, bahkan Maryam, adiknya. Maryam yang masih berusia 1 tahun masih dalam pantauan saya. Untuk saat ini, Maryam lebih pada visual, dia mudah meniru apa yang ia lihat. Ah, nikmati saja, dampingi saja.. Pantau gaya belajar anak sesuai dengan keunikannya masing-masing, agar anak tumbuh menjadi pembelajar sejati sesuai dengan dirinya. Bismillah.

Juli Yastuti

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

You May Also Like

2 comments

  1. saya baru aja gabun IIP nih mba, masih di kelas matrikulasi. hmm sepertinya materi materi selanjutnya akan seru banget ya seperti materi di jelas bunsay ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak, seru...
      Semangat ya, mbakk.... ❤

      Delete