Ketika Anak Belum Siap Untuk Disapih

by - 6:35 AM

Tips menyapih anak

Ketika Anak Belum Siap Untuk Disapih - Sudah menjadi hak setiap anak untuk mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) selama minimal 6 bulan kelahirannya hingga ia berusia 2 tahun. Perjalanan menyusui tidaklah mudah, pastilah tiap ibu mempunyai cerita perjuangannya masing-masing demi buah hati tercinta. Katika usia anak ganap menginjak 2 tahun, kita dihadapkan lagi dengan perjuangan yang lain pula, yaitu MENYAPIH.

Baca juga: Apa itu Menyapih Dengan Cinta?

Menyapih ini susah-susah gampang bagi sebagian orang. Pengalaman dari 2 orang anak saya, masing-masing punya drama yang berbeda-beda. Bisa dibilang, anak pertama saya (Aal) lebih mudah dan dia lebih cepat siap untuk segera disapih. Di usianya yang kedua tahun, frekuensi menyusu sudah mulai berkurang dan bisa dinilai jarang. Berbeda dengan anak kedua saya (Maryam), bahkan frekuensi menyusuinya masih sangat sering untuk anak usia 2 tahunan.

Oke, saya ceritakan bagaimana frekuensi menyusui Maryam dulu, ya.. Siapa tahu kita punya cerita yang sama. Hehehe. Jadi, dalam sehari dia masih menyusu sekitar 8-10 kali. Paling cepat nempel sekitar 5 menit dan paling lama bisa sampai 60-90 menit. Luwarrr biasaahh, kan?! Hehehe.

Untuk malam hari saja, dia bisa 3-4 kali minta nyusu. Sebelum tidur dan ketika bangun tidur dia juga dia menyusu, ditengah-tengah waktu bermainnya juga kadang minta nyusu walaupun sebentar. Padahal usianya sudah 25 bulan, lho, alias 2 tahun 1 bulan. Adakah yang mempunyai pengalaman yang sama seperti saya? (masih nyari kawan, hehehe)

Belum Terlihat Tanda-Tanda Anak Siap Disapih

Ini yang saya tangkap dari Maryam. Dia belum siap disapih. Padahal saya sudah menjalankan sounding menyapih sejak usianya 15 bulanan. Mengalihkan aktivitas menyusui dengan yang lainnya juga sudah saya lakukan, tapi tetap saja dia masih minta menyusu sesering itu. Inilah yang saya katakan di awal, bahwa dia sangat berbeda dengan Mamasnya. Ya itulah, anak-anak yang se-rahim saja bisa berbeda, dan tentu saya tidak boleh menuntutnya untuk menjadi sama dengan mamasnya.

Tetap Menjalankan Metode Menyapih Dengan Cinta (Waening With Love/WWL)

Banyak orang yang menyarankan saya melakukan cara lain agar Maryam segera berhasil disapih. Cara yang memang biasa dilakukan dari jaman dulu salah satunya adalah memberi pahit-pahitan di puting payudara ibu agar anak menjadi tidak suka dan tidak mau menyusu lagi (ekspektasi, banyak juga anak yang malah berontak dan cara ini tidak berhasil juga). Tapi, untuk melakukan itu, hati saya menolak. Kenapa? Karena menurut saya, menyusui adalah moment indah yang sudah kita perjuangkan bersama sejak hari pertama kelahirannya. Jadi, untuk melepaskannya pun saya ingin semua dengan cara yang indah pula. Ya, tidak ada paksaan, tidak ada pahit-pahitan yang membuatnya "patah hati", dan tentunya tidak ada trauma yang membekas di dalam kenangannya karena disapih.

Untuk itu, saya memilih untuk terus melanjutkan proses menyapih dengan cinta ini. Saya terus melakukan sounding, saya terus mengalihkan kegiatan menyusu dengan kegiatan lainnya, saya akan menunggu dia siap dan benar-benar ikhlas untuk berhenti. Karena sebenarnya di usia ini, menyusui itu bukan lagi untuk pemuas lapar dan dahaga bagi mereka, melainkan untuk mencari kenyamanan saja. Beruntunglah jika kita bisa menikmati masa-masa ini karena kelak masa-masa ini akan kita rindukan dan ingin rasanya kita mengulanginya kembali.

Okey, buat yang sedang berusaha menyapih, tetap semangat menyapih dengan cinta, yaa!! Kalimat ini sekaligus menyemangati diri saya sendiri saat ini. :D

You May Also Like

4 comments

  1. Anak saya menjelang 23 bulan. Drama yaaa mbak memang kalo soal sapih-menyapih ini. Semoga anak-anak kita lekas rela menyapih sendiri. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iyaaa mbakk... Puas2 deh, ntar klo udh lepas kita juga jadi rindu. Hehe

      Delete
  2. Anak bungsuku masih menyusu sampai usia 3 tahun, lho. Dulu aku bekerja. Tinggal di Bogor, kerja di Jakarta. Berangkat gelap pulang gelap banget. Sepertinya dia tuh rindu sama ibunya, makanya maunya nempel terus. Aku sih dulu menikmati aja. Apalagi momen saat dia menyusu lalu memainkan jari-jarinya di wajahku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menyusu salah satu quality time banget ya mbak, bonding kuat banget..

      Delete