Pengalaman Anak Ikut Lomba Mewarnai: Kalah Tak Mengapa, Asal Kita Mau Mencoba - Sudah lama Al-Fatih/Aal (anak pertama saya) ingin mengikuti lomba mewarnai, dan selama itu pula keinginannya belum juga tercapai. Akhirnyaa, hari Minggu lalu (09/12/2018) keinginannya selama ini untuk bisa mengikuti lomba mewarnai terwujud juga. Senangnya dia.. Dengan semangat membara dia tunjukkan brosur lomba mewarnai yang diadakan oleh Indomaret yang baru saja buka di dekat rumah kami.
Hari demi hari dia hitung, menunggu tanggal 9 Desember itu tiba. Tak sabar dia ingin mengikuti lomba. Sampai-sampai dia berimajinasi, "Umi, nanti Aal mewarnai dengan kekuatan super. Jadi Aal siap duluan, dan Aal menang!" Saya menanggapinya dengan suara yang tak kalah semangat, "Wah! Keren... Aal pasti bisa mewarnai dengan baik dan benar!" MasyaAllah.
Hari yang ditunggu pun tiba. Acara lomba mewarnai dimulai jam 9 pagi. Saya bangunkan dia yang masih tidur jam 7 pagi.
"Sayang, ayo bangun! Mandi dan sarapan, yuk. Jam 9 Aal lomba mewarnai.."
Tak banyak drama, dia bangun dan bersiap untuk mandi. Saya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Aal dan adiknya, Maryam. Kami sarapan pagi bersama. Saya beri waktu mereka makan pagi selama 30 menit, jam 08.30 sudah harus bersiap keluar dari rumah untuk mengikuti lomba.
Huuhh, Maryam juga sangat bersemangat. Dia tak kalah sibuk mempersiapkan diri, seakan-akan dia juga mengikuti lomba mewarnai. Beberapa pensil warna dia masukkan ke dalam kotak pensil miliknya, meniru Mamasnya yang juga sedang mengemas peralatan mewarnainya. Senangnya melihat mereka semangat seperti itu, saya juga jadi ikutan semangat. Hehehe.
![]() |
Aal yang menunggu waktu lomba mewarnai dimulai. |
Beberapa menit habis untuk mengatur posisi duduk anak-anak. Maklum, ngatur bocah memang butuh waktu yang ekstra. Hehehe. Setelah anak-anak duduk dengan rapi, panitia memberikan kertas bergambar karakter Indomaret (Si Domar) dan Doraemon yang akan diwarnai oleh anak-anak nantinya. Panitia memandu anak-anak untuk mengisi data dirinya yaitu nama, usia dan sekolah.
Ada yang menarik dan lucu saat saya melihat Aal menulis data dirinya.
Nama: Aal
Usia: 4
Sekolah: Aal - Scol
![]() |
Anak-anak mengangkat kertas yang sudah diisi data diri, sesaat lagi lomba akan dimulai. |
Kembali ke cerita tentang lomba mewarnainya...
![]() |
Anak-anak mulai berkreasi dan orang tua tidak lupa mengambil gambar. |
Dengan ekspresi polos, beberapa anak tampak mengerti saat panitia menyampaikan aturan lomba, beberapa anak tampak tidak memperhatikan panitia yang berbicara, ada juga anak lainnya sibuk bercanda dengan teman sebelahnya, dan Aal tampak mengangguk-angguk seolah-olah mengerti. Saya hanya tersenyum, saya berusaha tidak ikut campur sama sekali. Saya ingin melihat Aal berjuang sendiri, saya ingin mengukur kemampuannya dalam menerima instruksi dan melaksanakannya.
![]() |
Mamak-mamaknya menyemangati anak-anaknya. Mamaknya Aal aja yang sibuk moto kesana kemari. |
Jeng..jeng! Perlombaan dimulai. Anak-anak tampak semangat mewarnai. Mereka yang mengerti instruksi bolak balik melihat contoh warna Si Domar dan logo Indomaret yang terpampang di backdrop acara, mereka menyesuaikan warnanya agar tidak salah. Aal pun begitu, dia melihat warna Si Domar dan mewarnainya sesuai yang warna yang ada di backdrop. Sejauh itu saya melihat Aal sangat keren!
![]() |
Ciee..yang lagi serius.. |
Beberapa menit berlalu, rasanya belum sampai satu jam. Aal mulai tampak bosan. Dia berdiri, dia melihat beberapa teman di sekitarnya, dia melihat ke arah saya dan tertawa ketika melihat adiknya. Maryam pun beberapa kali memanggil Mamasnya, mungkin dia heran Mamasnya sedang apa di sana bersama banyak anak-anak lainnya. "Mamas....ayo, sini!" Teriak Maryam ketika Aal sedang mewarnai, kemudian dibalas senyuman oleh Aal.
![]() |
Termenung, wajah mulai bosan. |
Akhirnya saya bertanya, "Kenapa, Sayang? Udah?"
"Udahlah, Mi... Udah siap Aal." Jawabnya.
"Lho, kata oomnya kan, harus full color." Saya coba membujuknya untuk tetap melanjutkan perjuangan.
"Udahlah, Mi.." Jawabnya lagi. Baiklah, perjuanganmu selesai sampai di sini. Saya memanggil panitia. Saya suka respon panitianya yang santai dan tetap memuji kreativitas Aal, meskipun belum full color seperti yang diinstruksikan. Aal tersenyum lega, dia telah selesai berjuang, ketika teman-temannya masih terus berjuang.
![]() |
Aal berfoto dengan hasil mewarnainya sebelum menyerahkan hasil mewarnainya ke panitia. |
![]() |
Anak-anak lainnya yang masih berusaha berjuang |
Saat di kasir, dia melihat beberapa piala yang berbaris. Piala itu adalah hadiah untuk anak-anak yang memenangkan lomba mewarnai tadi. Renyuhnya hati saya ketika Aal berkata, "Umi, ini untuk siapa? Aal mau ini. "
"Sayang, ini piala untuk yang menang lomba. Menang lomba syaratnya ya harus mengikuti aturannya, Aal tadi belum menyelesaikan tugas mewarnainya sesuai aturan yang full color. Tapi nggak apa-apa, Aal belajar dulu, nanti kalau rajin belajar juga Aal akan bisa, InsyaAllah." Aal masih memandangi piala itu, dia ingin memegangnya tapi ragu.
"Om, boleh dipegang untuk foto?" Saya berinisiatif minta izin ke petugas kasirnya untuk meminjam pialanya dan berfoto, dan dia menginzinkannya.
"Pegang ini, Sayang. Foto dulu, suatu saat nanti Aal bisa dapat piala beneran." Aal tampak senang tapi malu-malu, hehehe. Saya pun mengabadikan moment itu di kamera smartphone saya.
Kalah hari ini tidak mengapa, Nak. Jalanmu masih panjang, jangan sedih kalau kamu belum bisa membawa piala itu pulang. Terus belajar, raih prestasi dari apapun yang kamu sukai. Bagi Umi dan Abi, Aal sudah menang. Menang karena sudah bersemangat, menang melawan rasa malas bangun tidur, menang karena mau mencoba.
Selamat yaa, Nakkk.... Tetap semangatt!!!