• Home
  • About Me
  • Category
    • Sharing
    • Info & Tips
    • Parenting
    • Family
    • Homeschooling
    • Review
    • Traveling
    • Tentang Buku
    • Gelora Madani Batam
    • Event
Youtube Instagram Twitter Facebook

Cerita Umi


Hari ini adalah hari raya Idul Fitri 1441H/2020. Hari raya paling beda karena sedang berada di tengah masa pandemi. Kita semua berdiam diri di dalam rumah masing-masing, merayakan hari fitri bersama keluarga di rumah masing-masing.

Seminggu yang lalu, saya menghitung hari. Menghitung hari menuju hari ini. Entah kenapa, saya sedih. Inilah hari raya paling sedih, saya rindu rasa suka cita kala menghitung hari menuju hari ini.

Suasana sunyi.
Tidak ada suara anak-anak keliling bertakbir, tidak ada suara takbir bapak-bapak yang saling bersautan di masjid-masjid. Suara takbir ada, namun jauh, samar, tidak meriah seperti dulu.

Semangat untuk berbenah dan memasak pun runtuh. Untuk apa memasak, padahal tidak ada yang datang? Untuk apa berbenah, kita semua harus berdiam diri di rumah?

Seketika rasa sendu itu saya tepis, mencoba tegar dan menghibur diri agar tetap semangat menyambut hari yang suci. Opor ayam dan lontong sederhana saya siapkan untuk hidangan lebaran bersama keluarga kecil.

Tak terasa, air mata pun mengalir karena terbayang suasana riweh rumah mama di malam hari raya seperti ini. Bekerja sama untuk memasak, membereskan rumah, membuat kue bawang dan kacang goreng, menggelar karpet, menata kue lebaran di atas meja.

Bayangan masa lalu di malam lebaran seperti ini terlintas di depan mata. Saya memasak sambil membayangkan suasana seperti itu. Suasana lelah yang penuh suka cita dan bahagia.

Air mata saya mengalir lagi, ketika opor ayam buatan saya matang dan saya cicipi. Hmm, rasanya tidak seenak opor mama. Tidak sesuai ekspektasi. Opor ini gagal menjadi pengobat rindu.

Astaghfirullah hal'adzim. Saya sadari, saya tidak boleh begini. Masih banyak hal yang harus saya syukuri dan tetap harus behagia meskipun keadaan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Nikmat sehat adalah yang paling berharga di masa wabah penyakit seperti ini. Saya sehat, suami dan anak-anak saya sehat, orang tua dan mertua saya sehat, semua keluarga besar sehat, itulah nikmat luar biasa dari Tuhan yang saya acuhkan.

Saya terdiam memandangi layar ponsel di genggaman tangan saya. Memandangi foto mama papa di foto profil whastappnya. "Mereka pasti sedang sibuk," saya tahu mereka tetap sibuk menyambut hari lebaran meskipun tidak ada anak cucunya yang datang.

"Masak apa, Ma?" Kami saling melihat meskipun hanya di ujung layar telepon genggam (video call).
"Tauco, sambal tempe kacang, ada peyek, ....." Saya kurang konsentrasi mendengar menu-menu lebaran yang mama sebutkan. Saya menahan sedih yang tidak ingin saya tunjukkan di hadapan mama, betapa saya sangat ingin ada di sana saat itu juga.

"Ma, Pa, maaf ya kami belum bisa kesana. Kita jaga-jaga dulu, ya.."
"Iya, nggak apa-apa. Memang sekarang keadaannya kayak gini. Yang penting kita sehat-sehat semua, ya." Saya lega mendengar jawaban mama dan papa, semoga hati mereka benar-benar tidak apa-apa.

Saya dan mama papa berada di satu kota, tapi kami memutuskan untuk tetap menjaga jarak dan tidak bersama-sama secara fisik untuk sementara. Saya sayang mereka, saya hanya ingin menjaga mereka. 

Syukurnya sekarang jaman sudah semakin mudah untuk berkomunikasi, bahkan kita bisa bicara sambil bertatap muka dengan bermodal telepon pintar dan paket data/wifi. Cara inilah yang kami lakukan untuk melepas rindu, membuat lebaran tetap meriah seolah-olah kita saling bertemu.

Bahkan sangat meriah, karena saya tidak hanya silaturrahmi online bersama mama papa, melainkan juga bersama keluarga besar yang tersebar di beberapa bagian Indonesia. Kampung halaman (Baruh Gunung, Sumbar), Riau, Jakarta, Kalimantan, Jogjakarta, Medan, dan Batam.

Kita bisa saling menatap dan bercerita, kita bisa melihat tawa dan tangis haru rindu yang sama. Rumah kita tidak lagi sepi, rumah kita ramai suara speaker telepon genggam, penuh sautan suara-suara kita yang ingin menyapa dan mengucapkan kata 'selamat lebaran' dan 'mohon maaf'.

Bahagianya...

Ini lebaran kita yang berbeda. Lebaran yang syukurnya dapat memanfaatkan kemajuan jaman dan fasilitas yang ada. Meskipun berbeda, tidak ada alasan untuk kita lalai untuk senantiasa bersyukur.

Ayo kita simpan rindu bersama, semoga segeralah pandemi ini tiada, kami akan menantikan masa-masa kita bersama lagi di suatu keadaan yang lebih baik tentunya.

Bersabarlah...
Semoga lebaran ditahun depan akan berbeda pula dengan tahun ini. Lebaran tahun depan, semoga kita bersama-sama dan beramai-ramai secara nyata.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H/2020.
Mohon maaf lahir dan batin...
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Pertama Kali Nyobain Belanja Online di Indomaret Pakai Aplikasi Indomaret Klik - Sudah hampir dua bulan kita diharuskan untuk di rumah saja dan hampir sebulan pula saya nyaris nggak keluar rumah sama sekali. Dulu, sih, masih ada ke pasar atau minimarket untuk beli-beli kebutuhan rumah dan dapur. Sekarang sudah hampir nggak pernah lagi.

Urusan belanja-belanja, jatuh ke tangan suami, biar sekalian keluar untuk absen di tempat kerjanya. Tapi lama-lama, nggak nyaman juga karena kebutuhan dapur dan rumah kebanyakan kan saya yang tahu. Akhirnya, saya mulai mencari tahu bagaimana cara belanja kebutuhan dapur dan rumah secara online.

Urusan dapur, syukurnya saya sudah ketemu pasar online yang nyaman dan harganya pas di dompet saya. Nah, untuk keperluan rumah, nih, awalnya saya bingung. Tapi, saya teringat dengan Indomaret yang pernah menawarkan pilihan belanja online via aplikasi kepada saya. Boleh juga, nih, dicoba..

Kemarin adalah pertama kalinya saya cobain belanja keperluan rumah via online di Indomaret menggunakan aplikasi Indomaret Klik. Ternyata mudah juga, praktis, harga pun saya nggak merasa kemahalan, dan saya dapat free ongkir karena belanja lebih dari Rp150.000.

Nah, saran saya, kalau belanja online di Indomaret via Indomaret Klik itu mendingan kita belanja banyak sekalian. Jadi, akan lebih terasa untung dan kemudahannya untuk kita.

Bagaimana cara belanja online di Indomaret menggunakan aplikasi Indomaret Klik? Berikut saya kasih tau syarat serta cara-caranya, ya... 

1. Punya smartphone. Ini syarat utama. Belanja online via aplikasi tidak akan bisa dilakukan jika tidak punya smartphone.

2. Punya jaringan internet. Ada smartphone tapi tidak ada jaringan internet bagaikan kendaraan tanpa roda. Aplikasi tidak bisa dijalankan. Jadi, pastikan smartphone kamu punya jaringan internet, boleh paket data atau wifi.

3. Download/unduh aplikasi Indomaret Klik di Play Store (bagi pengguna iphone mungkin ada di App Store).

4. Setelah aplikasi diunduh, buka aplikasi dan daftar atau sign up. Saat mendaftar, aplikasi Indomaret Klik hanya membutuhkan data kita berupa nama, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor hp, email dan password untuk membuka aplikasi.

5. Setelah melakukan pendaftaran, pilih outlet Indomaret terdekat dengan rumah kita. Cukup pilih provinsi, kota, kecamatan dan kelurahan tempat kita tinggal. Lalu, aplikasi akan menentukan secara otomatis outlet mana yang akan melayani pembelian online kita nantinya.

6. Masukkan alamat tujuan, nama dan nomor hp kita. Alamat bisa kita input lebih dari satu, misalnya alamat rumah dan alamat kantor. Nanti tinggal pilih saja kita mau belanjaannya diantar ke alamat yang mana.

7. Siap untuk belanja! Setelah syarat dan cara di atas sudah kita lakukan, sekarang kita siap untuk belanja. Di aplikasi juga kita bisa mengatahui informasi produk-produk yang sedang promo.



6. Pilih produk yang ingin dibeli, bisa pilih di kategori produk atau langsung cari saja di kolom 'search'. Produk yang kita pilih akan masuk ke dalam keranjang belanja yang letaknya di bagian ujung atas sebelah kanan tampilan aplikasi.



7. Jika produk yang ingin kita beli sudah lengkap masuk ke dalam Keranjang, kita pilih "Lanjut" untuk menentukan alamat tujuan.



8. Pilih alamat tujuan, pilih juga layanan pengirimannya. Mau yang reguler atau yang express. Untuk pengiriman reguler, belanjaan akan dikirim sekitar 5-6 jam setelah melakukan pembayaran. Sedangkan untuk pengiriman express, belanjaan akan dikirim maksimal 1 jam setelah pembayaran.


Tapi, kalau belanjaannya datang agak telat dari waktu yang dijanjikan harap maklum, ya. Di aplikasi Indomaret Klik juga sudah ada himbauan bahwa pengiriman bisa terlambat karena covid19. Mungkin rame juga yang belanja online, ya.

Untuk ongkos kirim reguler, kita dikenakan Rp5000 dan express Rp7000. Kita dapat free ongkir jika belanja lebih dari Rp150.000.

9. Pilih "Lanjut ke Pembayaran" jika belanjaan, alamat dan pengirimannya sudah fix. Pembayaran bisa via transfer bank, kartu kredit, dan lain sebagainya. Kalau nggak salah, bisa Cash On Delivery (COD) juga.

10. Kalau saya memilih metode transfer bank untuk pembayarannya. Cukup menggunakan mobile banking, pembayaran bisa kita lakukan.

11. Beres, deh! Tinggal tunggu pesanan kita dikonfirmasi dan disiapkan oleh Indomaretnya. Kita juga bisa cek status pemesanan kita, kok. Apakah pesanan kita sudah dikonfirmasi, diterima, diproses, dan dikirim.


12. Pesanan tiba! 

Mudah, kan? Iya, belanja jaman sekarang bisa sambil rebahan.

Sebenarnya, layanan belanja online Indomaret ini sudah ada sebelum adanya pandemi COVID19. Tapi, semakin populer dan dibutuhkan banyak orang semenjak adanya COVID19.

Bukan hanya Indomaret, Alfamart, Hypermart dan mart-mart lainnya juga ada layanan belanja online. Tapi yang sudah saya cobain hanya Indomaret ini. 

Tulisan ini tidak mengandung iklan atau promosi dari Indomaretnya, ya. Saya hanya sharing dan cerita tentang pengalaman saya ketika belanja online di Indomaret menggunakan aplikasi Indomaret Klik.

Semoga bermanfaat buat teman-teman yang mungkin juga sedang mencari tahu bagaimana cara belanja kebutuhan rumah secara online.

Stay safe, stay healthy and stay at home yaaa, semuanya! Semoga pandemi lekas berakhir. Aamiin.

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

Percantik Rumah Dengan Perabot dan Dekorasi Berbahan Kayu - Suka gemes kalau lihat foto-foto rumah di Instagram, kok bisa ya rumahnya cakep-cakep gitu? Hehehe. Saya suka lihat-lihat foto rumah, mulai dari desainnya, aneka perabot uniknya, dekorasinya dan lain-lainnya.

Selain untuk cuci mata, bisa juga untuk inspirasi penataan rumah. Nah, belakangan ini saya suka banget lihat rumah yang menggunakan perabot dan dekorasi berbahan kayu. Kesannya manis, gitu.

Perabot dan dekorasi berbahan kayu juga cocok dipadukan dengan konsep rumah apapun, klasik, minimalis, modern juga oke. Dan saya seneng, dong, ketika tahu kalau di sekitaran rumah saya ada produsen perabot dan dekorasi rumah dari bahan kayu. Hwaaa!

Saya tahunya dari instagram, nama instagramnya @demenkayu. Awalnya, saya melihat mereka membuat aneka mainan edukatif anak-anak dari kayu seperti puzzle, wooden card montessori, wooden box isi letter (untuk anak belajar huruf/angka/alfabeth), sampai rak buku, rak mainan, wall decor, dan terus berkembang sampai ke perabot/furniture.

Sekian lama saya selalu pantau instagramnya, lama-lama saya leleh juga untuk ikut order. Hehehe. Jadilah saya order tangga anak untuk di dapur saya. Kebetulan, saya juga lagi butuh, karena anak-anak sudah mulai nampak keinginannya untuk bantu mencuci piring tapi westafelnya masih agak tinggi untuk mereka.

Sekitar 1 minggu, tangga anak saya pun beres. Hasilnya sesuai ekspektasi, pengerjaannya rapi, warnanya sesuai permintaan saya, dan kayunya nampak kokoh.

Tangga anak untuk di dapur yang saya pesan di @demenkayu


Semua produk hasil tangan ajaibnya @demenkayu diproduksi di Batam, tepatnya di kawasan ruko Buana Vista Indah 4 Batam Center. Kayu yang digunakan adalah kayu palet yang merupakan limbah kayu sisa export import dari berbagai negara di dunia.

Nah, Batam memang banyak kayu limbah gini, nih... Kalau pinter memolesnya, bisa menjadi barang yang elok seperti @demenkayu.

Kayu palet ini sudah mempunyai motif yang cantik, meskipun tidak lagi dilapisi cat. Kayu palet ini merupakan jenis kayu pinus atau pinewood a.k.a jati belanda.

Kenapa pinus? Karena pohon pinus ini termasuk sustainabke wood yang berasal dari hutan yang dikelola dengan baik, serta lebih cepat tumbuhnya dari pada pohon-pohon lainnya.

Harganya? Harganya juga lebih ramah dari pada jenis kayu lainnya. Nah, kalau kalian juga suka sama perabot atau dekorasi rumah berbahan kayu, bisa langsung hubungi @demenkayu via DM atau contact yang sudah mereka sediakan di Instagramnya.

Berikut di antaranya hasil karya @demenkayu, semoga bermanfaat!






Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ketika Rasa Bosan Melanda, Inilah 7 Ide Kreatif Yang Bisa Dilakukan Bersama Keluarga Di Rumah - Hampir sebulan lamanya kita di rumah saja sesuai dengan anjuran pemerintah demi memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Jangan tanya bagaimana rasanya ketika kita hanya diminta untuk stay at home everyday.

Bosan, pasti. Tapi bosan lebih baik dari pada nakal tetap berkeliaran dan berujung jatuh sakit.

Kita yang dewasa saja, sudah mulai gelisah menghadapi kebosanan. Apalagi anak-anak. Biasanya mereka pergi bermain ke taman, berkumpul bersama teman-teman, pergi sekolah, bermain dengan teman-teman, jalan-jalan, dan banyak lagi aktivitas menyenangkan yang dilakukan di luar rumah.

Mereka rindu itu.

Setiap hari, pasti ada kalimat yang mereka utarakan tentang harapannya terhadap bumi agar bisa kembali normal lagi.

"Umi, kalau corona sudah hilang, kita ke playground, ya?"

"Umi, kalau corona sudah hilang, kita ke pantai sama Papa Mama, ya?" (Papa Mama = Kakek Neneknya)

"Umi, kenapa sih corona itu ada? Kan Aal jadi nggak bisa main keluar.."

"Umi, Aal sedih, ulang tahun Aal nggak jadi adain lomba dan piknik di pantai karena corona."

Dan banyaaaaaak lagi.

Saya hanya bisa menyimpan rasa sedih di dalam hati, kasihan pada mereka yang mau nggak mau ikut kena imbas pandemi.

Saya selalu berusaha mencari cara untuk membuat mereka lupa dengan situasi ini, saya selalu ingin membuat mereka nyaman dan tetap bahagia di dalam rumah sampai badai pandemi ini berakhir. Meskipun saat ini, kadang saya juga suka stuck sendiri.

Tapi, saya punya beberapa ide kreatif yang bisa dilakukan di rumah saja bersama keluarga untuk mengusir rasa bosan yang melanda, semoga bisa menginspirasi.

1. Main bersama
Yuk, kita duduk melingkar bersama mereka. Perhatikan apa yang mereka mainkan dan ikut bermain bersama. Entah itu bermain peran, bermain boneka, menyusun balok, puzzle, mobil-mobilan dan sebagainya.

Khususnya untuk para Ayah yang saat ini lebih banyak di rumah, nih. Ini kesempatan bapak-bapak untuk turut serta bermain bersama mereka karena mungkin selama ini Anda punya waktu yang terbatas di tengah-tengah mereka.

2. Bikin prakarya
Buka youtube bukan cuma untuk nonton doang, kita bisa cari ide untuk membuat sebuah prakarya yang menarik. Bikin rumah dari kardus, melukis, membuat gelang manik-manik, dan bebikinan lainnya. Selain mengasah kreatifitas, kegiatan ini juga akan menjadi kegiatan yang berkesan bagi anak.

3. Masak dan makan bersama
Mungkin selama ini kita selalu sibuk, yang satu sibuk kerja, yang satu sibuk sekolah, les dan serentet kegiatan lainnya di luar. Karena adanya pandemi, kita dipaksa untuk selalu di rumah saja. Bahkan urusan makan pun, sebaiknya kita makan makanan rumah alias masak sendiri.

Memasak dan makan bersama bisa menjadi salah satu rutinitas baru yang akan lebih mengeratkan hubungan keluarga. Tidak masalah jika selama ini kita tidak pandai memasak, banyak video masak di youtube, banyak resep-resep baru di aplikasi atau website. Mencobanya bersama keluarga pasti menyenangkan.

4. Beberes rumah bersama
Gotong royong keluarga, seru! Jika selama ini ibu-ibu saja yang sibuk beberes rumah, coba sekarang semua anggota keluarga turut terlibat. Ibu menyapu lantai, bapak membersihkan teras, anak-anak membersihkan kaca, atau mengubah dekorasi rumah. Tidak perlu mengeluarkan uang, cukup geser-geser sofa atau memindahkan meja makan saja sudah cukup membawa suasana baru di rumah, kok.

5. Berkebun
Pandemi juga membawa efek yang cukup berat dalam hal ekonomi. Harga-harga bahan makanan pun perlahan mulai naik. Berkebun bisa menjadi salah satu aktivitas baru untuk keluarga. Cobalah menanam cabe, kangkung, terong dan sayur-sayuran lain yang nantinya bisa dikonsumsi. Lumayan, kan, kalau panen, bisalah menghemat rupiah.

6. Nonton bareng
Sulap kamar tidur atau ruang keluarga menjadi bioskop mini. Cari film-film seru yang bisa ditonton oleh semua anggota keluarga. Nonton bareng dan pelajari pesan baik yang terkandung di dalam film. Pastikan kita memilih tontonan yang benar-benar layak dan pantas untuk anak-anak, ya.

Tapi, kalau anak-anak sudah pada terlelap tidur, bolehlah nonton midnight berdua dengan pasangan. Anggap saja sedang nostalgia sambil nonton film romantis. Eaakk!

7. Olahraga bersama
Kalau dulu, kita olahraganya di luar seperti gym, club senam atau zumba, saat ini kita bisa berolahraga di rumah saja. Ajak anak-anak untuk mengikuti gerakan olahraga sederhana. Bisa juga mengikuti gerakan olahraga dari youtube lalu dipraktekkan bersama sekeluarga. Pasti seru!

Itu dia 7 ide kreatif yang bisa kita lakukan di rumah bersama keluarga, kalau teman-teman punya ide kreatif lainnya, bolehlah berbagi di kolom komentar.

Harapan saya, semoga pandemi ini segera berakhir, kita bisa menjalani kehidupan dengan normal lagi. Namun yang terpenting, kita semua sehat, dijauhkan dari segala macam penyakit dan musibah. AAMIIN.

Tetap semangat, ya! Bersabarlah, percayalah bahwa awan tidak akan selamanya mendung, pasti akan ada terang, dan ada pelangi setelah hujan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Curahan Hati Tentang Pandemi Virus Corona (COVID19) #ayolawancorona #dirumahaja - Jujur, saya sedih banget dengan keadaan dunia akhir-akhir ini. Sejak bulan Januari 2020, virus corona mulai muncul di Kota Wuhan, China. Penyebarannya sangat cepat, hari demi hari angka pasien-pasien yang terjangkit kiat melejit.

Keadaan Kota Wuhan, sorang petugas kesehatan berpakaian alat pelindung diri lengkap. Sumber gambar: nytimes.com

Virus ini tuh tergolong virus baru, masih saudaraan sama flu dan sejenisnya yang menyerang sistem pernafasan manusia. Hanya saja, virus corona alias COVID-19 ini belum ada obatnya (saat ini sih sudah mulai ditemukan obat dan vaksinnya dan sedang dalam masa uji coba), gejalanya juga lebih berat, bisa sampai mengalami gagal nafas dan kematian.

Serem, kan?

Ya, serem.. Tapi suka kesel sama orang-orang tidak bertanggungjawab yang suka nyebarin berita hoax. Virus corona disamain sama film-film zombie, dimana orang-orang yang kena virus itu bisa tiba-tiba tumbang dan meninggal.

Padahal, nggak segitunyaa.... Orang yang terjangkit virus corona itu gejalanya mirip flu, dan sakitnya bertahap. Mulai dari rasa nggak enak di tenggorokan, batuk, demam, mulai sesak nafas dan tubuh terasa lemas. Jadi nggak tiba-tiba jatuh, kejang-kejang dan tewas kayak film zombie gitu.. Nggak.

Meskipun tidak separah film zombie, namun keadaan Kota Wuhan tampak mencekam, 'bak kota mati' begitu kata media-media di elektronik dimana-mana. Kosong, semua akses ditutup, semua orang berada di dalam rumah masing-masing agar terhindar dari virus corona. Lockdown, begitu istilahnya.

Jumlah pasien yang terjangkit terus bertambah, Warga Negara Indonesia yang masih berada di sana pun panik, minta agar segera dipulangkan ke tanah air agar mereka dapat merasa aman dari ancaman virus corona.

Permintaan saudara dan saudari kita diindahkan oleh pemerintah, pesawat dari Indonesia Batik Air tipe  Airbus A-330 milik Lion Air dikerahkan untuk menjemput 238 WNI dari China, khususnya Wuhan untuk pulang ke Indonesia.

Para WNI yang tiba di Indonesia dari Wuhan, langsung disemprot disinfektan. Sumber gambar: liputan6.com

238 orang WNI yang dievakuasi dari Wuhan pun tiba di Indonesia, mendarat di Batam dan langsung  terbang menuju Natuna untuk dikarantina selama 14 hari, termasuk pilot dan para awak pesawat yang terlibat. Mereka akan diobservasi, apakah ada tanda-tanda atau gejala bahwa mereka terinfeksi?

14 hari karantina berlalu, mereka dinyatakan sehat dan akhirnya dipulangkan ke daerah masing-masing. Saat itu mereka sudah bisa bernafas lega. Tinggal di daerah asal masing-masing, berkumpul dengan keluarga di Indonesia tercinta, jauh dari ancaman virus corona.

Lalu si virus corona tadi mulai menyebar luas ke negara-negara sekitar China, bahkan sampai pula ke Amerika. Beberapa negara-negara yang bertetanggaan dekat dengan Indonesia pun juga sudah kena, seperti Malaysia dan Singapura.

Kecenya, Indonesia masih aman dong. Belum ada data yang membuktikan adanya orang yang terjangkit virus corona di Indonesia saat itu.

Tapi dalam hati saya agak kurang yakin, secara Indonesia dekat sekali dengan negara tetangga yang notabenenya sudah menjadi negara yang terjangkit. Apalagi saya yang tinggal di Batam, Batam ke Singapura itu dekat sekali. Nongkrong di pinggir pantai aja bisa keliatan tuh Marina Bay. Banyak orang Batam yang lalu lalang ke Singapura, begitu pula sebaliknya.

Lalu, apakah kita benar-benar masih bebas dari virus corona?

Saya sih nggak percaya. Bukan nggak percaya sama pemerintah, tapi lebih kepada was-was diri sendiri. Sejak saat itu saya sudah mulai membatasi diri untuk keluar-keluar rumah kalau nggak penting. Apalagi ke mall yang sering banyak pendatang dari negara sebelah.

Plis, jangan anggap saya lebay, saya orangnya emang gitu, cepat antisisapi...eh, antisipasi. Cari aman, lebih tepatnya.

Status virus corona di dunia semakin meluas, sampai-sampai Arab Saudi menutup sementara jalur umroh dari segala penjuru negara guna membatasi penyebaran virus corona, Ka'bah di sterilisasi. Indonesia kena imbasnya. Ribuan calon jemaah umroh di Indonesia menangis, harus ikhlas pada takdir Allah yang menunda niat baiknya ke tanah suci.

Kondisi Ka'bah yang sedang disterilisasi. Sumber gambar: viva.com

Dan saat itu, kasus corona di Indonesia masih saja nol.

Indonesia mah penuh humor dan kreatif orang-orangnya, virus corona banyak dijadiin guyonan dan leluconan. Segala dikata virus coronanya minder masuk ke Indonesia lantaran di sini banyak virus atau penyakit menular lain yang sama-sama menakutkan, kayak TBC, malaria, DBD dan lain sebagainya.


Beragam meme-meme lucu tentang virus corona cukup banyak bersliweran di sosial media yang banyak dibagikan oleh para penggunanya. Lucu? Hmm...mungkin iya untuk saat itu, tapi nggak untuk sekarang!

Bulan Maret 2020, akhirnya dicatatlah 2 orang WNI di Depok yang positif terjangkit virus corona. Kedua pasien tersebut langsung di isolasi dan pendapatkan perawatan khusus. History mereka pun disisir, dengan siapa saja mereka pernah berkontak selama dua minggu terakhir.

Puluhan angka orang-orang yang kontak dengan kedua pasien tersebut pun didapat dan langsung dilakukan pengecekan. Kemungkinan besar banyak yang sudah terjangkit, ya, kemungkinan bisa berubah menjadi kenyataan. Who knows?

Benar, dong. Satu per satu orang-orang yang positif terjangkit pun terdeteksi di bulan Maret 2020 ini. Mulai dari 2 orang, 4, 6, 19, 27, 34,..........., 450, dan saat ini 514 orang (22/03/2020). Bahkan sudah ada 48 orang yang meninggal dunia dan 29 orang yang dinyatakan sembuh.

Sumber gambar: detik news

Angka kematian akibat virus corona di Indonesia cukup tinggi, lebih tinggi dari pada pasien yang sembuh. Apa artinya ini? Apakah sebenarnya kita sudah lama terjangkit, hanya selama ini belum terdeteksi? Alhasil semua tidak ditangani dengan tepat, drop dan nggak sanggup lagi bertahan? Wallahu'alam. :(

Pemerintah menganjurkan seluruh masyarakat agar melakukan social distancing atau jaga jarak dengan manusia lainnya setidaknya selama 14 hari ini untuk menekan laju penyebaran virus corona di Indonesia.

Masih nanya juga apa itu social distancing? Hmm, gini ya..

"Kalau lo gak paham inti dari SOCIAL DISTANCING, coba lo inget-inget lagi pas lo minjem duit ke temen, terus pas ditagih, pasti ngindar-ngindar, kan? Nah! Persis kaya gitu. Menjauh! 😤", begitu kata Kak Dewa Eka Prayoga menganalogikan social distancing pada kehidupan para utangers. (Utangers = orang yang suka ngutang ke temen-temen dan menghindar ketika ditagih, bahkan bisa lebih galak dari pada yang menagih)

Kita juga dianjurkan untuk #dirumahaja, tidak keluar dari rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Pak Presiden Jokowi Dodo menyarankan kita untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, olahraga di rumah, dan beribadah di rumah. Hindari berkumpul, beramai-ramai bersama orang-orang lainnya agar memutus rantai penyebaran virus corona ini.

Ini nih yang agak susah, orang kita banyak yang masih pada bandel dan nggak nurut dengan anjuran pemerintah. Banyak yang masih pada nongkrong, ngumpul-ngumpul, berpesta dan hura-hura di luar sana.

Apalagi untuk para muda mudi, nih. Sekolah dan kuliah diliburkan malah pada ambil kesempatan jalan-jalan dan kongkow. Tolong lah, jangan cari resiko. Karena resikonya bukan hanya pada diri kalian, tapi orang-orang sekitar kalian, ibu bapak kalian, kaka atau adik kalian.

Apa susahnya sih di rumah aja? Pemerintah itu nggak nyuruh kita macam-macam, kok. Pemerintah nyuruh kita untuk di rumah aja, stay at home, nang omah wae, ayo tambahi bahasa apa lagi biar kalian ngerti?! (mon maap malah jadi ngegas nih emak-emak)

Sebagian orang menganggap berita tentang corona adalah berita yang menyeramkan. Karena itu, mereka memilih untuk menutup mata dan telinga dari segala update perkembangan corona di Indonesia. Jadi makan cemas, jadi takut, jadi parno, itu alasannya.

Wajar sih ya, apalagi anggota keluarga mereka masih ada yang harus keluar rumah untuk bekerja. Tapi plis, jangan takut kawan, jangan parno...justru berita-berita tentang virus corona ini harus membuat kita semakin belajar, bagaimana caranya agar kita terhindar. Even kita masih harus keluar rumah untuk bekerja, kita bisa pelajari bagaimana caranya agar kita terhindar dan tidak membasa virus masuk ke dalam rumah.

Di Youtube banyak kok video podcast yang mengedukasi tentang mencegah virus corona, tapi saya suka podcastnya Atta Halilintar bersama Dokter Jaka Pradipta, salah satu dokter yang menangani pasien virus corona di Jakarta. Nonton deh, ini linknya https://youtu.be/uQMlLaC-TBs.

Tapi kita harus cerdas mencerna berita, jangan mentah-mentah diterima padahal itu hoax. Ikuti berita yang resmi dari pemerintah atau organisasi kesehatan dunia (WHO). Hindari menyebarkan berita-berita yang nggak jelas asalnya, biasanya berantai via pesan di whatsapp atau sosial media lainnya. Ingat, harus jelas sumbernya!

Hmm, tulisan sepanjang ini saya tulis selama 2 hari. Maklum, berbagai iklan harus saya lewati (job desc ibu rumah tangga dan emak-emak). Pagi hari ini (23/03/2020), saya sedih lagi. Melihat perbedaan angka yang naik cukup drastis di negeri ini dan dibandingkan dengan yang terjadi di Italia.


Mereka pun sama, berawal dari angka yang sedikit, mereka nggak menaati anjuran pemerintah untuk social distancing dan di rumah aja, akhirnya angka naik berkali-kali lipat drastisnya. Bahkan, angka kematiannya sampai melampaui China.

Bagaimana dengan kita? Ya, Allah...hanya Kau sebaik-baiknya penulis skenario makhluk di bumi ini, dan hanya pada Engkau kami berharap sedalam-dalamnya harapan.

Tentu kita nggak ingin hal itu terjadi pada kita, Indonesia. Makanya...belajar yuk kita, belajar dari pengalaman negara lain. Baca beritanya dan ambil pelajarannya. Plisss, nurut sama pemerintah.....

Tolong, jangan anggap remeh situasi ini. Tolong, be aware sama diri kita, karena dengan itu kita bisa menolong orang-orang sekitar kita agar tidak terjangkit pula.

Tolong, jaga kebersihan, makan yang bergizi, jangan merokok (karena kita buruh paru-paru untuk bernafas dengan baik), tidur dan olahraga yang cukup. Tolong...di rumah aja.


Bumi, mungkin kini saatnya dia me-restart kembali dirinya. Mungkin selama ini tangan kita sudah terlalu banyak merusaknya, saatnya kita kembali sesuai dengan fitrah sebagai makhluk bumi.

Allah, mungkin Dia sedang menguji kita dengan menurunkan sebuah makhluk super mini, agar kita kembali pada fitrahnya sebagai makhluk-Nya. Tentunya Allah sudah siapkan pula solusi dari semua masalah yang terjadi. Sabar dan doa adalah kunci yang bisa kita perbuat saat ini.

Jikalau kemarin ada rasa sombong yang sedikit menyelinap di hati, ada lalai yang hinggap di hati kita, mohon ampunlah pada Dia, Allah Sang Pemilik Kehidupan. Virus corona menjadi saksi bahwa nggak ada gunanya kesombongan kita selama ini, buktinya kita pun kewalahan hanya karena dia si makhkuk mini.

Itu aja sih, yang bisa saya tuliskan hari ini. Tetang curahan hati mengenai virus corona yang sudah menjadi pandemi (penyakit tingkat dunia).

Semoga kita semua bisa melewati ini dengan baik. Semoga kita bisa berjumpa dan bercengkerama lagi.

Lekas pulih, kita...

Dengerin lagu ini deh, karya Fiersa Besari untuk kita.


   
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Alat kontrasepsi keluarga berencana

Serba-Serbi Alat Kontrasepsi Untuk Keluarga Berencana (KB), Bagusan Yang Mana? - Jujur, awalnya saya agak 'ngeri' dengan segala jenis alat kontrasepsi untuk Keluarga Berencana (KB). Menurut saya yang awam saat itu, tiap alat kontrasepsi atau KB itu pasti ada efek sampingnya.

Meskipun ada efek samping, tapi tidak semenakutkan itu, kok. Apalagi kita punya banyak pilihan untuk memutuskan alat kontrasepsi yang mana satu yang ingin kita pilih. Nah, di artikel kali ini saya mau cerita tentang Serba Serbi Alat Kontrasepsi Untuk Keluarga Berencana (KB) dan kira-kira bagusan yang mana, ya?

Setelah kelahiran anak pertama, saya dan suami memutuskan untuk tidak memakai alat kontrasepsi apapun. Ya itu dia, kami masih rada 'ngeri'. Tapi, tahukah teman-teman kalau menyusui bayi setelah melahirkan atau ASI ekslusif itu juga merupakan KB alami?

Baca juga tentang Tidak Hamil Hanya Dengan ASI Ekslusif

Wanita yang baru saja melahirkan biasanya butuh waktu beberapa lama untuk mengalami jadwal menstruasi yang normal kembali. Peristiwa itu disebut Metode Laktasi Amenorea, dimana kesuburan kita menjadi terhambat karena proses ASI ekslusif.

Tapi, metode ini hanya berlangsung sementara, metode ini tidak bisa diandalkan lagi apabila teman-teman sudah mengalami jadwal menstruasi yang normal seperti sedia kala (meskipun masih ASI ekslusif).

Kalau saya dulu tidak menstruasi selama kurang lebih 8 bulan setelah kelahiran anak pertama, dan 3 bulanan setelah kelahiran anak kedua. Itulah masa KB alami saya selama proses ASI ekslusif.

Menstruasi adalah sebagai tanda bahwa kita (sudah) subur dan sangat besar kemungkinan terjadinya kehamilan jika terjadi pertemuan sperma dan sel telur.

Nah, ada satu lagi metode KB manual yaitu Coitus Interuptus (Senggama Terputus) atau yang biasa dikenal "tembak luar". Metode ini dilakukan dengan cara mencabut penis sebelum terjadi ejakulasi saat melakukan hubungan seksual.

Cara ini cukup banyak diminati pasangan suami istri karena tidak membutuhkan alat dan tidak mengeluarkan biaya sama sekali, hanya dibutuhkan kesigapan suami (pria) saja. Sedikit saja terlambat mencabut penis saat hendak ejakulasi, maka pembuahan/kehamilan bisa saja terjadi (jika ada sedikit sperma yang keburu masuk ke dalam rahim wanitanya).

Selain itu, ada juga metode kontrasepsi lainnya yang menggunakan pemasangan alat, konsumsi obat, suntikan hingga pembedahan. Kalau sekiranya kita kurang yakin dengan metode yang alami dan manual, kita bisa memilih salah satu metode kontrasepsi ini.

Nah, ini nih yang sempat membuat saya 'ngeri' dan enggan memakai alat kontrasepsi. Tapi semua perasaan ngeri tersebut pelan-pelan harus saya hilangkan karena saya dan suami sepakat untuk menunda kehamilan setelah kelahiran anak yang kedua.

Yang mana sih alat kontrasepsi yang bagus?

Tergantung, ya. Tergantung kitanya mau yang mana, tentu semua punya keunggulan dan efek samping masing-masing. Alat kontrasepsi juga cocok-cocokan dengan penggunanya, kontrasepsi X bisa cocok digunakan si A tapi belum tentu cocok pula dengan kita.

Ada baiknya, sebelum menggunakan alat kontrasepsi kita konsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan yang terpercaya, ya.

Berikut ini macam-macam alat kontrasepsi yang biasa digunakan untuk menunda kehamilan atau KB:

1. Pil - hormonal


Pil merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan para ibu-ibu. Pil ini mengandung hormon estrogen dan progesterone sintetis yang berfungsi untuk mencegah ovarium wanita untuk melepaskan sel telur. Hormon-hormon yang terkandung di dalam pil ini juga mempersulit sperma untuk mencapai sel telur.

Yang harus diperhatikan jika mengkonsumsi pil kontrasepsi, kita harus rutin meminumnya setiap hari dan ikut aturan minum dengan baik sesuai dengan siklus haidnya kita. Tentunya dengan petunjuk dokter, ya..

2. Suntik - hormonal


Suntik kontrasepsi ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat berisi hormon di tubuh pengguna, bisa di lengan, di paha, atau perut. Tujuan dari hormon ini mempunyai fungsi yang sama dengan pil, yaitu mencegah terjadinya ovulasi atau pembuahan di dalam rahim.

Suntik kontrasepsi ini bisa dilakukan dalam jangka waktu 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali, kita bisa pilih sesuai dengan kebutuhan kita. Memilih alat kontrasepsi suntik ini harus dengan pengawasan dokter ya, karena suntik kontrasepsi tidak disarankan untuk penderita penyakit tertentu.

3. Implant - hormonal



Orang kita biasa menyebutnya "KB susuk". Kontrasepsi implant ini berbentuk tabung plastik kecil dan fleksibel yang berisi hormon yang berfungsi untuk mencegah kehamilan. Rata-rata alat kontrasepsi hormonal sih gitu ya. Memasukkan hormon ke dalam tubuh untuk mencegah ovulasi.

Implant ini dimasukkan ke bawah lapisan kulit lengan atas. Pemasangannya cepat dan mudah bagi ahlinya dan dapat bertahan selama 3 tahun penggunaan.

4. Cincin vagina - hormonal



Saya jarang mendengar cerita orang menggunakan alat kontrasepsi ini. Pemakaiannya tergolong ribet menurut saya. Tugasnya sama, untuk mencegah adanya pertemuan antara sel telur dan sperma.

Cincin ini adalah lingkaran lentur berdiameter 5cm yang mengandung hormon dan dimasukkan ke dalam vagina selama 3 minggu kedepan. Kemudian cincin kita lepaskan hingga kita mengalami menstruasi.

Cara tersebut diulang kembali pada siklus berikutnya dan kita harus mengingat betul kapan tanggal kita memasang cincin itu untuk menentukan kapan cincin harus kita lepas lagi. Hmm..

5. Intrauterine Device (IUD) - non hormonal



IUD adalah alat kontrasepsi berbahan tembaga dan berbentuk huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim wanita. IUD berguna untuk mencegah sperma masuk ke dalam sel telur dan mencegah terjadinya pembuahan.

Dokter kandungan saya merekomendasikan IUD sebagai alat kontrasepsi yang paling aman dan mudah. IUD merupakan alat kontrasepsi yang tidak 'mengganggu' hormon sama sekali. Sekali pasang, IUD bisa bertahan selama 5 hingga 10 tahun lamanya, tergantung jenis IUD nya.

Tingkat efektivitas IUD juga cukup baik hingga 99,8%, that's why IUD menjadi rekomendasi banyak dokter kandungan dan IUD banyak dipilih para ibu-ibu sebagai alat kontrasepsi untuk KB-nya. Termasuk saya. Hihihi :D *nyengir dulu ah, serius amat dari tadi..*

6. Kondom - non hormonal



Kondom adalah alat kontrasepsi paling mudah dicari dan dipasang kapanpun kita membutuhkan (saat hendak melakukan hubungan seksual). Kondom berfungsi untuk mencegah terjadinya pertemuan antara sperma dan sel telur.

Selain sebagai alat kontrasepsi, kondom juga berfungsi untuk mencegah penyebaran infeksi atau penyakit seksual menular seperi HIV dan sifilis. Hanya saja, kondom membuat sebagian orang merasa tak nyaman saat berhubungan seksual.

7. Tubektomi - non hormonal, pembedahan


Tubektomi adalah bentuk kontrasepsi permanen yang dilakukan dengan cara pembedahan atau memotong saluran tuba atau tuba falopi. Dengan memotong saluran tuba, maka sel telur tidak akan dapat masuk ke dalam rahim dan sperma pun tidak bisa membuahi sel telur.

Tubektomi biasa direkomendasikan pada pasangan usia subur yang tidak ingin mempunyai anak lagi atau mencegah resiko tinggi yang bisa terjadi jika wanita itu hamil dan melahirkan lagi. Biasa orang kita menyebutnya dengan 'steril' atau 'ikat' alias tidak bisa hamil lagi. Ini bersifat permanen dan saluran tuba yang sudah dipotong tidak bisa dikembalikan lagi seperti semula.

8. Vasektomi - non hormonal, pembedahan


Jika pada wanita ada tubektomi, vasektomi ini ditujukan bagi pria yang tidak ingin memiliki keturunan lagi. Vasektomi adalah pembedahan kecil dengan memotong vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis ke penis) sehingga sperma tidak dapat mencapai penis saat terjadi ejakulasi.

Yang perlu digarisbawahi, vasektomi ini tidak sama dengan kebiri, sehingga pria masih bisa ereksi dan tidak memengaruhi kejantanan pria sama sekali.

Seperti halnya tubektomi, vasektomi juga bersifat permanen ya, Bapak-Bapak sekalian...

---

Nah, itulah dia pembahasan tentang serba serbi alat kontrasepsi untuk KB yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita. Penggunaan alat kontrasepsi ini cocok-cocokan ya, teman-teman. Ada yang cocok menggunakan KB hormonal, ada juga yang cocoknya pakai KB non hormonal. Tergantung tubuh kita lebih menerima yang mana.

Untuk KB hormonal, efek sampingnya yaitu adanya 'gangguan' hormon di dalam tubuh. Tubuh kita bisa saja bereaksi berbeda, misalnya timbul jerawat, timbul flek hitam di wajah, berat badan naik, gangguan suasana hati, sakit kepala dan lain sebagainya.

Untuk KB non hormonal seperti IUD adakah efek samping? Ada juga, jika dokter yang memasang IUD belum berpengalaman, kita banyak melakukan aktivitas berat beberapa lama setelah IUD dipasang, kemungkinan IUD geser, nyeri perut bagian bawah, flek, keputihan, dan lain sebagainya. Kuncinya, pasanglah IUD di dokter kandungan yang terpercaya dan berpengalaman! InsyaAllah aman.

Gimana kalau KB permanen? Ya ini adalah pilihan paling akhir jika memang kita tidak ingin mempunyai anak lagi. Misalnya, sudah 3 atau 4 kali melahirkan secara sesar dan ingin menghentikan kelahiran demi keselamatan diri dan bayi.

Yang mana alat kontrasepsi yang paling bagus menurut saya?

Jawaban saya adalah IUD. Saya (masih) memakai IUD selama 3 tahun ini, Alhamdulillah tidak ada hal-hal aneh yang saya rasakan selama ini. Haid normal, hormon tidak terganggu, berhubungan seksual juga tidak terganggu.

Hanya saja, kadang ada flek yang keluar jika saya melakukan aktivitas berlebihan atau kegiatan berat dan melelahkan. Tapi itu bisa saya atasi dengan beristirahat dan minum air putih yang cukup.

Pemasangannya gimana? Sakit nggak? Nggak, sih. Pemasangannya juga nggak lama. Yang penting kita pergi ke dokter kandungan yang terpercaya dan sudah berpengalaman, satu lagi...kita juga harus nurut dengan apa yang dokter sarankan. Biasanya kita dilarang banyak melakukan aktivitas berat dulu setelah IUD dipasang. Segera kontrol apabila terasa nyeri di bagian perut bawah, flek berlebih atau pendarahan.

Itu sedikit gambaran dan tips dari saya jika teman-teman juga ingin mencoba IUD. Jangan lupa konsultasikan kepada dokter kandungan yang terpercaya dan berpengalaman untuk memilih alat kontrasepsi terbaik untuk teman-teman, ya..

Semoga artikel ini bermafaat dan bisa menambah informasi tentang serba serbi alat kontrasepsi untuk KB yang terbaik!

Jika ada metode atau alat kontrasepsi yang mungkin belum saya sebut di atas, boleh saling berbagi di kolom komentar, ya..

Sharing is caring,
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me




Hai, saya Juli Yastuti, akrab dipanggil Juli atau Yasti. Bagi saya, menulis adalah cara menebar manfaat termudah. Mau tahu lebih lengkap tentang saya?


Baca Selengkapnya >

Contact


Email : ceritaumi2017@gmail.com / Whatsapp : 083184213939

Find Me Here

Followers

Part Of



My Books




Recent Post

Popular Posts

  • Sudah Lama Ditunggu, HokBen Akhirnya Buka Gerai Pertama di Batam
  • Cobain Jadi Pilot! Family Gathering HUT Blogger Kepri ke-8 Tahun di FlyBest Flight Academy
  • Menyenangkan! Pengalaman Berlayar Menggunakan Kapal Roro Dari Batam ke Riau Selama 18 Jam
  • Pohon Literasi, Stimulasi Anak Suka Membaca
  • Aku Sayang Ibu, Catatan Literasi Pertama Aal

Member Of




Categories

  • Sharing
  • Info & Tips
  • Parenting
  • Family
  • Traveling
  • Institut Ibu Profesional (IIP)
  • Batam
  • Homeschooling
  • Review
  • Event
  • Tentang Buku
  • Kuliner
  • Gelora Madani Batam
  • Kolaborasi Blog
  • Mahasiswa
  • Puisi

Blog Archive

  • ►  2011 (11)
    • Jun 2011 (5)
    • Jul 2011 (6)
  • ►  2012 (2)
    • Nov 2012 (2)
  • ►  2013 (7)
    • Jan 2013 (1)
    • Feb 2013 (3)
    • Mar 2013 (1)
    • May 2013 (1)
    • Jun 2013 (1)
  • ►  2014 (13)
    • May 2014 (4)
    • Jun 2014 (4)
    • Jul 2014 (3)
    • Sep 2014 (2)
  • ►  2015 (3)
    • May 2015 (2)
    • Nov 2015 (1)
  • ►  2016 (3)
    • Jan 2016 (2)
    • Mar 2016 (1)
  • ►  2017 (56)
    • Feb 2017 (1)
    • Jun 2017 (1)
    • Aug 2017 (10)
    • Sep 2017 (1)
    • Oct 2017 (5)
    • Nov 2017 (25)
    • Dec 2017 (13)
  • ►  2018 (142)
    • Jan 2018 (21)
    • Feb 2018 (15)
    • Mar 2018 (18)
    • Apr 2018 (13)
    • May 2018 (17)
    • Jun 2018 (7)
    • Jul 2018 (9)
    • Aug 2018 (11)
    • Sep 2018 (5)
    • Oct 2018 (8)
    • Nov 2018 (7)
    • Dec 2018 (11)
  • ►  2019 (67)
    • Jan 2019 (8)
    • Feb 2019 (6)
    • Mar 2019 (7)
    • Apr 2019 (4)
    • May 2019 (5)
    • Jun 2019 (10)
    • Jul 2019 (6)
    • Aug 2019 (3)
    • Sep 2019 (6)
    • Oct 2019 (5)
    • Nov 2019 (2)
    • Dec 2019 (5)
  • ►  2020 (28)
    • Jan 2020 (7)
    • Feb 2020 (3)
    • Mar 2020 (4)
    • Apr 2020 (1)
    • May 2020 (3)
    • Jun 2020 (3)
    • Jul 2020 (2)
    • Aug 2020 (1)
    • Oct 2020 (1)
    • Nov 2020 (1)
    • Dec 2020 (2)
  • ►  2021 (28)
    • Jan 2021 (1)
    • Apr 2021 (2)
    • May 2021 (2)
    • Jun 2021 (2)
    • Jul 2021 (4)
    • Aug 2021 (4)
    • Sep 2021 (1)
    • Oct 2021 (4)
    • Nov 2021 (4)
    • Dec 2021 (4)
  • ►  2022 (14)
    • Mar 2022 (2)
    • Apr 2022 (1)
    • May 2022 (1)
    • Jun 2022 (2)
    • Jul 2022 (2)
    • Aug 2022 (2)
    • Sep 2022 (3)
    • Oct 2022 (1)
  • ►  2023 (10)
    • Jan 2023 (3)
    • Feb 2023 (2)
    • Mar 2023 (1)
    • Jun 2023 (1)
    • Jul 2023 (2)
    • Oct 2023 (1)
  • ►  2024 (1)
    • Feb 2024 (1)
  • ▼  2025 (2)
    • Jan 2025 (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates